Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Keracunan MBG di Subang Disebabkan Kandungan Nitrit pada Sayuran Pakcoy

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|13:50 WIB
Bagikan:
Keracunan MBG di Subang Disebabkan Kandungan Nitrit pada Sayuran Pakcoy
Kepala Dinkes Subang dr Maxi menyampaikan hasil laboratorium soal keracunan MBG di SDN Rawalele.

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mengungkap hasil laboratorium terkait dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SDN Rawalele di Kecamatan Dawuan, beberapa waktu lalu. 

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya kandungan nitrit pada sayuran pakcoy yang diduga menjadi penyebab munculnya gejala pada para siswa.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang, dr. Maxi menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium, terdapat bahan kimia nitrit pada sampel makanan yang diperiksa.

“Hasil lab MBG diidentifikasi ada nitrit atau bahan kimia di sayuran pakcoy. Harusnya kandungan nitrit itu nol pada makanan,” ungkap dr. Maxi kepada Pasundan Ekspres, Jumat (10/10/2025).

Dokter Maxi menyampaikan, dari berbagai parameter uji laboratorium terhadap sampel makanan, tidak ditemukan bakteri penyebab keracunan seperti Salmonella, Staphylococcus, maupun Bacillus.

“Jadi, kalau berdasarkan hasil lab, dari semua sampel yang diperiksa dengan parameter Salmonella, Staphylococcus, dan Bacillus, hasilnya negatif. Tapi di makanan tertentu memang ditemukan bakteri lain seperti Pantoea agglomerans pada tumis pakcoy,” ungkapnya.

Meski ditemukan pertumbuhan bakteri tersebut, dr. Maxi menegaskan, bakteri yang muncul bukan merupakan penyebab utama keracunan makanan.

“Bakteri-bakteri yang tumbuh itu bukan penyebab utama keracunan makanan. Hanya terdeteksi karena proses inkubasi sampel,” tegasnya.

Menurutnya, kandungan nitrit seharusnya tidak terdapat pada sayuran segar seperti pakcoy. Zat ini lazim digunakan dalam produk olahan daging seperti kornet atau sosis dengan batas aman tertentu yang telah diatur oleh BPOM.

“Kalau pada olahan tertentu seperti daging, kornet, atau sosis, memang diatur batas kandungannya oleh BPOM, maksimal 30 mg/kg. Tapi kalau di sayur, harusnya tidak ada,” terang dr. Maxi.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan tersebut menjadi perhatian penting bagi pelaku usaha penyedia makanan, termasuk Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG), agar lebih ketat dalam memastikan kualitas bahan pangan yang digunakan.

“SPPG harus mengecek kualitas bahan baku dari pemasok, dan berani menolak bahan baku yang tidak layak atau tidak sehat,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Maxi, proses produksi makanan juga harus memenuhi standar higienitas, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, sumber air, hingga distribusi.

“Proses produksi harus memakai cara-cara higienis, sumber air yang aman, dan proses pengemasan serta pengangkutan tidak boleh lebih dari empat jam sebelum dikonsumsi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan bahan tambahan pangan seperti perasa, pewarna, dan pengawet memperhatikan aturan serta takaran yang jelas.

“Semua bahan tambahan harus sesuai takaran, karena bisa menimbulkan reaksi berbeda pada orang tertentu,” pungkasnya. (cdp/ysp)

CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi.

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle2 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle4 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional5 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle6 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang6 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle6 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional7 jam lalu