Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kerusakan Hulu dan Alih Fungsi Lahan Picu Luapan Sungai di Cisalak Subang

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|08:20 WIB
Bagikan:
Kerusakan Hulu dan Alih Fungsi Lahan Picu Luapan Sungai di Cisalak Subang
BENCANA: Kondisi pasca bencana longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak. Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Fenomena meluapnya Sungai Cikaruncang dan Sungai Cileat di wilayah Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, menjadi sorotan serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Luapan ini dinilai bukan sekadar bencana hidrometeorologi biasa, melainkan dampak dari kerusakan lingkungan di wilayah hulu.

Pejabat Fungsional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, Cece Rahman, mengungkapkan, insiden tersebut memiliki kaitan erat dengan kondisi tanah di wilayah hulu.

"Melihat fenomena sekarang dengan terjadinya luapan dari Sungai Cikaruncang dan Sungai Cileat di wilayah Kecamatan Cisalak, kemungkinan (disebabkan) limpasan dari longsoran dari Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, yang kemudian bermuara di Sungai Cipunagara di hilirnya," ujar Cece Rahman.

Cece menjelaskan, secara geologis, pegunungan di Subang bagian selatan tersusun dari endapan lahar. Karakteristik ikatan tanah pada struktur ini cenderung kurang kuat, sehingga keberadaan vegetasi dengan akar pohon yang kokoh sangat krusial sebagai "pasak" alami tanah.

Sayangnya, maraknya penebangan pohon baik di hutan produksi, hutan rakyat, maupun hutan lindung.telah melemahkan daya dukung lingkungan.

"Ketika banyak penebangan pohon di wilayah hulu, dipastikan terjadi longsoran saat intensitas curah hujan tinggi," tegasnya.

Kondisi ini diperparah dengan penyempitan badan sungai saat melintasi pemukiman. Bantaran sungai yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan lindung, kini nyaris hilang akibat alih fungsi lahan menjadi area pertanian, perikanan, peternakan, hingga pemukiman permanen.

Dirinya menekankan, bantaran dan sempadan sungai semestinya steril dari kegiatan budidaya.

“Area ini berfungsi sebagai pagar alam penahan longsor dan ruang bagi pepohonan serta satwa liar seperti burung, kelelawar, dan luwak untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” ucapnya.

Selain faktor vegetasi, wilayah Kabupaten Subang juga berada dalam zona rawan gerakan tanah akibat keberadaan jalur Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri. Pergerakan periodik lempeng ini menjadi bom waktu jika dikombinasikan dengan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.

Cece menyoroti aktivitas pertambangan di Subang selatan yang kerap mengabaikan kondisi geologi, hidrogeologi, dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Begitu pula dengan pola pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan kontur tanah, sehingga berkontribusi besar terhadap labilitas tanah.

Risiko bencana tidak hanya mengintai wilayah selatan. Ia memperingatkan bahwa Subang bagian tengahmeliputi Kecamatan Cijambe, Cibogo, Dawuan, Kalijati, hingga Cipeundeuy juga memiliki potensi gerakan tanah.

“Jika tidak ditangani, wilayah ini berpotensi mengalami longsor yang lama-kelamaan dapat memicu banjir bandang. Banjir ini tidak hanya membawa air, tetapi juga material sedimentasi, kayu bekas penebangan, hingga sampah plastik,” ucapnya.

Cece mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis pada mitigasi bencana. Pemerintah daerah dan pengembang wajib mengidentifikasi daerah rawan bencana hingga ke tingkat kecamatan.

"BPBD Kabupaten Subang sudah memiliki dokumen hasil Kajian Risiko Bencana (KRB). Ini harus menjadi referensi utama dalam setiap kegiatan pembangunan di lokasi rawan bencana alam," pungkasnya.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline7 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle8 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang9 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional11 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle12 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional13 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline13 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline15 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle16 jam lalu