Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ketua SIGAP Sayangkan Konten TV Nasional Soal Perbudakan di Pondok Pesantren

M
MaldiansyahEditor: Asep
|09:12 WIB
Bagikan:
Ketua SIGAP Sayangkan Konten TV Nasional Soal Perbudakan di Pondok Pesantren
Ketua SIGAP Kab. Purwakarta KH. Aa Baweh

PASUNDANEKSPRES.ID - Kritik pada salah satu TV Nasional yang menarasikan tentang kehidupan dalam Pondok Pesantren, sebagai sebuah praktik perbudakan terus menuai sikap dari berbagai daerah khususnya dari para ulama dan tokoh agama.

KH. Aa Baweh Ketua Silahturahmi Gabungan Asatid Purwakarta (SIGAP) berucap ungkapan penyesalan atas narasi media TV Nasional tersebut, yang terkesan menceritakan jika Pondok Pesantren merupakan lingkungan perbudakan santri (Siswa yang sedang menunutut ilmu agama) dengan keuntungan materi buat para kyai (Pengurus Pondok Pesantren). "Jangan menyuarakan hal yang tidak dipahami, jangan bersuara jika belum mendengar dan apalagi tentang agama, hal ini sensitif," ujarnya.

Dia menjelaskan, jika apa yang dilakukan oleh santri atas perintah atau tanpa perintah Kyai nya di lingkungan pondok pesantren merupakan sebuah proses pendidikan yang tidak akan dipahami jika belum menjalaninya.

Lanjut kata KH Aa, santri sebelum masuk ke pondok pesantren pasti sudah menjalani ijab qobul, antara orang tua calon santri dengan Kyai nya sebagai syareat masuk menjadi santri. "Ada ilmu etika dan adab yang diberikan pada santri awal masuk kepondok pesantren, kepatuhan santri ke Kyai nya merupakan ajaran dasar santri bisa menyerap ilmu agama pada jenjang selanjutnya," lanjut KH.Aa.

Dia berharap media lebih bijak mengambil materi liputan sebelum kemudian menjadi produk jurnalistik. "Hati-hati mulut mu harimau mu, jangan asal menyuarakan jika tidak dimengerti," ucapnya lagi.

Meski menyatakan penyesalannya pada produk jurnalistik TV Nasional tersebut yang kini viral dan menuai kecaman para ulama dan santri se indonesia. KH Aa Sibaweh mengingatkan pada santri dan umumnya umat Islam agar tidak terpancing emosi. "Saya atas nama ketua SIGAP Kabupaten Purwakarta berharap semua pihak bisa menahan diri, meski orang tua kita para Kyai sudah menjadi objek bully. Sabar dan tetap tawakal," katanya.(mas/sep)

Berita Terbaru

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline2 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline2 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline2 jam lalu
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle4 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle6 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle7 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle8 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional8 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 jam lalu
Ketua SIGAP Sayangkan Konten TV Nasional Soal Perbudakan di Pondok Pesantren | Pasundan Ekspres