Kunjungan ke D’Castello Meningkat Signifikan, Rainbow Slide jadi Primadona Wisatawan

PASUNDANEKSPRES.ID - Salah satu destinasi yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan adalah Flora Wisata D’Castello yang berlokasi di kawasan wisata Ciater.
Kepala Marketing Flora Wisata D’Castello, Agus Arif, mengatakan tingkat kunjungan wisatawan selama libur panjang kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.
Menurutnya, lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak Kamis hingga Minggu, dengan puncak kunjungan terjadi pada hari Minggu. "Alhamdulillah, dari hari Kamis, Jumat, Sabtu sampai Minggu terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Puncaknya terjadi pada hari Minggu kemarin," ucap Agus Senin (1/6/2026).
Agus menjelaskan, khusus untuk kunjungan yang datang melalui sistem reservasi, jumlahnya mencapai sekitar 800 orang dalam satu hari. Angka tersebut belum termasuk wisatawan reguler yang datang langsung ke lokasi tanpa melakukan pemesanan sebelumnya. "Untuk hari Minggu saat puncak kunjungan, reservasi tercatat sekitar 800 pengunjung. Itu baru yang reservasi, belum termasuk pengunjung reguler," katanya.
Dengan tambahan pengunjung reguler, jumlah wisatawan yang datang pada hari puncak diperkirakan mencapai antara 1.000 hingga 1.500 orang. Sementara untuk rata-rata kunjungan harian selama libur panjang berada di kisaran 800 pengunjung per hari.
Adapun pada hari Kamis dan Jumat, jumlah kunjungan masih relatif sama dengan akhir pekan biasa, yakni sekitar 500 pengunjung per hari. Agus mengungkapkan, wisatawan yang datang ke Flora Wisata D’Castello masih didominasi oleh pengunjung dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kawasan tersebut selama ini menjadi pasar utama bagi destinasi wisata yang dikenal dengan bangunan kastel berwarna-warni dan hamparan taman bunga yang Instagramable itu.
Terkait wahana favorit, Agus menyebut Rainbow Slide masih menjadi primadona bagi para pengunjung. Tingginya minat wisatawan terhadap wahana seluncuran warna-warni tersebut bahkan membuat antrean mengular hingga ke area loket. "Wahana yang paling diminati masih Rainbow Slide. Itu masih jadi favorit pengunjung dan sering kali antreannya cukup panjang," ungkapnya.
Selain Rainbow Slide, wahana Bianglala juga menjadi salah satu atraksi yang banyak diminati wisatawan. Namun demikian, faktor cuaca kerap memengaruhi operasional beberapa wahana, terutama Rainbow Slide yang harus dihentikan sementara ketika hujan turun demi menjaga keselamatan pengunjung.
Sementara itu, untuk fasilitas kolam rendam yang tersedia di kawasan wisata tersebut, tingkat kunjungannya masih relatif rendah jika dibandingkan dengan wahana lainnya. Agus memperkirakan jumlah pengunjung kolam rendam berkisar antara 50 hingga 100 orang per hari.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari keberadaan sejumlah destinasi pemandian air panas lain di kawasan Ciater yang telah lebih dulu dikenal masyarakat dengan fasilitas yang lebih lengkap. Meski demikian, pihak manajemen terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan melalui perawatan dan optimalisasi fasilitas yang sudah tersedia.
Terkait rencana pengembangan wahana baru, Agus mengatakan hingga saat ini manajemen masih fokus pada peningkatan kualitas layanan, pemasaran, dan pemeliharaan fasilitas yang telah ada. "Untuk pengembangan wahana baru masih menjadi pembahasan di tingkat manajemen. Saat ini kami lebih fokus pada penjualan dan memaksimalkan perawatan fasilitas yang sudah ada," jelasnya.
Datang ke D’Castello untuk Berburu Foto
Selain menikmati berbagai wahana permainan, banyak wisatawan datang ke D’Castello untuk berburu foto di berbagai sudut kawasan wisata yang memiliki latar menarik. Menurut Agus, hampir seluruh area di D’Castello menjadi spot favorit untuk berswafoto, terutama bagi kalangan ibu-ibu yang menjadi salah satu segmen pengunjung terbesar.
Melihat perkembangan tren kendaraan listrik yang semakin meningkat, pihak D’Castello juga membuka peluang untuk menghadirkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di masa mendatang.
Agus mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menyediakan fasilitas tersebut apabila kondisi dan kebutuhan wisatawan mendukung. "Kalau kondisinya memungkinkan, kami tidak menutup kemungkinan ke depan menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik. Namun untuk realisasinya masih perlu dibahas lebih lanjut dengan manajemen dan berbagai pihak terkait," katanya.
Keberadaan SPKLU dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan, khususnya pengunjung dari Jabodetabek yang mulai banyak menggunakan kendaraan listrik untuk berwisata ke kawasan Subang.(hdi/sep)
