Kunjungan Wisatawan ke Subang Pernah Tembus 8,3 Juta Orang

PASUNDANEKSPRES.ID - Sektor pariwisata Kabupaten Subang menunjukkan dinamika yang fluktuatif dalam kurun waktu empat tahun terakhir, meskipun secara umum menampakkan potensi besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2023 mencapai puncaknya, namun mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024.
Subang yang dikenal memiliki potensi pariwisata beragam mulai dari pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai di utara, mencatat total kunjungan wisatawan (domestik dan mancanegara) sebagai berikut.
Tahun 2021 sebanyak 4.317.302 kunjungan, 2022 sebanyak 7.934.089 kunjungan, tahun 2023 sebanyak 8.319.935 kunjungan, dan 2024 2.515.556 kunjungan.
Peningkatan tajam terjadi dari tahun 2021 ke 2022, dan kembali meningkat tipis pada tahun 2023 hingga menyentuh angka 8,3 juta kunjungan.
Namun, data tahun 2024 menunjukkan penurunan drastis, dengan hanya mencatatkan sekitar 2,5 juta kunjungan.
Penurunan lebih dari 5,8 juta kunjungan ini diyakini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan pembatasan, bahkan larangan, kegiatan study tour sekolah dari luar daerah.
Mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Subang berasal dari dalam negeri (domestik). Pada tahun 2024, dari total 2.515.556 wisatawan, tercatat Wisatawan Domestik sebanyak 2.508.800 kunjunga dan Wisatawan Mancanegara: Hanya 6.756 kunjungan.
Data ini menegaskan bahwa daya tarik wisata Subang, yang didukung oleh posisi strategis di jalur Bandung-Subang-Indramayu serta kemudahan akses via Tol Cipali dan Pelabuhan Patimban, masih sangat bergantung pada pasar domestik.
Dari total kunjungan domestik, terdapat perbedaan mencolok antara jumlah kunjungan ke akomodasi (penginapan) dan kunjungan ke objek wisata, menunjukkan tingginya minat kunjungan harian atau one-day trip.
Pada tahun 2024, rincian kunjungan wisatawan domestik tercatat Jumlah Kunjungan ke Akomodasi sebanyak 289.660 kunjungan dan Jumlah Kunjungan ke Objek Wisata sebanyak 2.225.585 kunjungan.
Angka kunjungan ke objek wisata lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan kunjungan yang tercatat menginap di akomodasi.
Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar wisatawan domestik memilih Subang sebagai destinasi wisata singkat tanpa bermalam.
Untuk mendukung sektor pariwisata dan kuliner, jumlah fasilitas penunjang seperti restoran dan rumah makan juga menunjukkan perkembangan.
Pada tahun 2024, Kabupaten Subang telah memiliki Restoran sebanyak 28 unit dan Rumah Makan sebanyaj 341 unit.
Jumlah ini menunjukkan keragaman pilihan kuliner yang dapat dinikmati oleh wisatawan dan masyarakat lokal.(fsh/ysp)
