Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahasiswa KKNT IPB Dorong Kemandirian Pangan Keluarga melalui Budidaya Microgreens

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|09:46 WIB
Bagikan:
Mahasiswa KKNT IPB Dorong Kemandirian Pangan Keluarga melalui Budidaya Microgreens
PROGRAM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University mencanangkan program NUTRIMINI (Nutrisi Mini Keluarga Mandiri). Zaenal Abidin/Pasundan Ekspres

KARAWANG - Keterbatasan lahan bukan lagi menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak dapat menanam sayuran sendiri. Melalui program NUTRIMINI (Nutrisi Mini Keluarga Mandiri), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University mengajak masyarakat Desa Kertajaya mengenal sekaligus mempraktikkan budidaya microgreens sebagai alternatif pangan segar yang dapat ditanam di rumah.

Kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK yang dinilai memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi keluarga. 

Program NUTRIMINI tidak hanya dirancang untuk mengenalkan microgreens sebagai sumber pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan terbatas serta membuka peluang usaha sederhana berbasis rumah tangga.

Microgreens merupakan tanaman sayuran yang dipanen pada usia muda, umumnya sekitar 7–14 hari setelah disemai. Meskipun berukuran kecil, tanaman ini dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sayuran yang beragam serta memiliki kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang menarik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengenalan microgreens, manfaatnya sebagai bagian dari pangan sehat keluarga, serta potensi nilai ekonominya. Sejumlah jenis tanaman yang relatif cepat tumbuh juga diperkenalkan kepada peserta, di antaranya sawi, bayam, dan kangkung.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, microgreens dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai peluang usaha skala rumah tangga. Proses budidayanya yang tidak membutuhkan lahan luas memungkinkan masyarakat memanfaatkan area sederhana seperti pekarangan, teras, bahkan dapur untuk menghasilkan sayuran segar.

Usai mendapatkan edukasi, peserta kemudian mengikuti workshop budidaya microgreens. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan penanaman.

Dengan menggunakan alat dan bahan sederhana, peserta mempraktikkan cara meratakan media tanam pada wadah, membasahi media, hingga menaburkan benih secara merata. Wadah plastik bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam sehingga kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan konsep upcycling atau pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.

Proses budidaya dilanjutkan dengan tahap inkubasi. Wadah yang telah berisi benih ditutup selama beberapa hari hingga benih mulai berkecambah. Setelah itu, tanaman ditempatkan di area dengan pencahayaan yang sesuai dan dirawat dengan menjaga kelembapan media secara rutin.

Peserta juga mendapatkan panduan mengenai perawatan hingga waktu panen. Microgreens umumnya dapat dipanen sekitar 7–14 hari setelah penyemaian, tergantung jenis tanaman dan kondisi pertumbuhannya. Proses panen dilakukan menggunakan gunting yang bersih untuk menjaga kebersihan hasil tanaman.

Melalui program NUTRIMINI, masyarakat Desa Kertajaya diperkenalkan pada konsep pemenuhan pangan keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan rumah. Dengan kebutuhan lahan yang relatif kecil, budidaya microgreens dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang mudah dipelajari dan dikembangkan.

Hasil panen dapat dimanfaatkan sebagai tambahan sayuran dalam menu keluarga, seperti campuran salad maupun pelengkap berbagai hidangan. Dengan demikian, kegiatan menanam tidak berhenti pada proses budidaya, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan mengonsumsi pangan yang lebih beragam.

Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh masyarakat juga membuka peluang untuk mengembangkan microgreens sebagai produk bernilai ekonomi. Jika dilakukan secara konsisten dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, pengemasan, serta kebutuhan pasar, microgreens berpotensi menjadi salah satu pilihan usaha rumahan.

Program NUTRIMINI diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kertajaya. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bercocok tanam, program ini mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang yang tersedia serta barang bekas di sekitar rumah.

“Program NUTRIMINI kami hadirkan sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memproduksi sayuran segar sendiri tanpa terhalang lahan yang sempit. Kami berharap edukasi dan workshop ini tidak berhenti di acara saja, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan baru di setiap rumah tangga Desa Kertajaya untuk mendukung ketahanan gizi keluarga,” ujar tim pelaksana kegiatan.

Lebih dari sekadar kegiatan menanam, NUTRIMINI menjadi langkah sederhana untuk membangun kemandirian pangan keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap konsumsi pangan sehat, sekaligus membuka peluang pemanfaatan microgreens sebagai komoditas usaha rumah tangga.

Melalui tangan masyarakat sendiri, ruang kecil di rumah dapat diubah menjadi sumber pangan segar. Dari benih yang sederhana, tumbuh kebiasaan sehat, keterampilan baru, serta peluang menuju keluarga yang lebih mandiri.(znl/ysp)

Berita Terbaru

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle33 menit lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle1 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional1 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang2 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle2 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle3 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional3 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional3 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional3 jam lalu