Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mak Entin Di Balik Kelezatan Dodol Lia Sari Berbahan Nanas, Konsisten Jaga Cita Rasa Sejak Tahun 2000

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:00 WIB
Bagikan:
Mak Entin Di Balik Kelezatan Dodol Lia Sari Berbahan Nanas, Konsisten Jaga Cita Rasa Sejak Tahun 2000
KONSISTEN: Mak Entin dibalik kelezatan dodol Lia Sari produk asli berbahan dasar nanas. HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kelezatan dodol Lia Sari produk asli dari Subang tidak terlepas dari peran Mak Entin. Dodol olahan yang berbahan dasar Nanas ini telah memikat hati banyak orang sejak tahun 2000. 

Dodol Lia Sari bukan hanya sekadar cemilan, tapi juga bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Subang.

Pemilik sekaligus Pembuat Dodol Lia Sari Mak Entin ini menceritakan mulai perjalanan usahanya dalam pembuatan dodol sejak tahun 2000, saat ia bergabung dalam pembinaan di BPP Jalancagak, Subang.

Proses pembinaan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan, di mana Mak Entin diajarkan berbagai teknik pembuatan dodol secara detail, mulai dari ngupas, parud, hingga proses penggodogan yang membutuhkan kesabaran dan keahlian khusus.

"Dulu emak berkelompok cuman sudah masing-masing dapur, semua kelompok yang ada di mekar sari ada 20 orang,"ujarnya Jum'at pada (3/5).

Di masa awal, Mak Entin menjajakan dodolnya dengan cara yang sederhana, yakni menggelar produk di pinggir jalan dekat patung kuda, yang kini menjadi Ciater Highland Resort.

Saat itu, sambil menunggu bus pariwisata lewat, ia berjuang untuk menawarkan dodol Lia Sari kepada para pengunjung. Namun, seiring berjalannya waktu, pemandangan di sekitar patung kuda berubah. 

Bangunan-bangunan dan ruko penjualan oleh-oleh khas Subang mulai bermunculan, dan Dodol Lia Sari Mak Entin menjadi salah satu produk yang diminati oleh pengunjung.

"Dulu ibu-ibu berkelompok berjualan ke Ciater yang ada Patung Kuda," ujarnya. 

Harga dodol Lia Sari pada awalnya adalah Rp 6.000 per kg. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan dan perubahan kondisi pasar, harga dodol ini naik menjadi Rp 10.000 hingga Rp 40.000 per curah, atau dalam kondisi tidak dipacking langsung dimasukkan ke dalam plastik. 

Meskipun harga naik, tetapi cita rasa dan kualitas tetap menjadi prioritas utama bagi Mak Entin.

Dodol Lia Sari terkenal dengan kelezatannya yang khas, yang tidak lepas dari bahan-bahan berkualitas dan proses pembuatan yang teliti. 

Mak Entin menggunakan bahan-bahan seperti tepung ketan, gula, santan, dan ganas (buah nenas) untuk menciptakan dodol berkualitas tinggi. Proses pembuatan dodol dimulai dari ngupas nanas hingga proses penggodogan yang memakan waktu hingga 4 jam untuk 40 kg dodol.

"Bahannya nanas saja. Campurannya paling santan, tepung ketan. Nanas tuh di kupas, di cuci dan ditimbang," ujarnya. 

Dalam mengikuti perkembangan zaman, Mak Entin juga melakukan inovasi dalam penjualan dodolnya. Selain menjual langsung di tempat produksi, ia juga mulai menawarkan produknya ke toko-toko khas Subang untuk meningkatkan aksesibilitas produknya kepada masyarakat luas.

Selain itu, keberadaan Dodol Lia Sari juga mulai dikenal di ranah digital melalui media sosial dan platform e-commerce.

Hari Lebaran menjadi momen yang istimewa bagi Mak Entin dan Dodol Lia Sari. Di hari raya, permintaan dodol meningkat pesat, dan Mak Entin mampu menjual hingga 15 kg dodol per hari. 

Namun, tidak hanya di hari Lebaran, Dodol Lia Sari juga tetap diminati pada hari-hari biasa, di mana penjualan mencapai rata-rata 5 kg per hari.

"Kemarin lebaran juga banyaklah alhamdulillah, kadang Emak juga suka nyimpen-nyimpenan di warung," jelasnya.

Meskipun sudah lansia, Mak  Entin tetap memiliki visi dan harapan untuk masa depan dodol Lia Sari. Ia berharap dapat terus mempertahankan kualitas produknya, meningkatkan penetrasi pasar baik secara lokal maupun nasional, dan juga berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Subang melalui usahanya.

Bagi kamu yang ingin membeli langsung oleh-oleh dodol ganas Lia Sari, bisa datang langsung yang beralamat di Kampung Rancabogo Desa Tambak Mekar RT 04 RW 02 Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Lapak Mak Entin buka dari jam 07.00-17:00 WIB.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle28 menit lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional33 menit lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle1 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle1 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle2 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional2 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional2 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional2 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline2 jam lalu