Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Marak penertiban dan penggusuran di Jabar, IMM ke Gubernur: Jangan Tebang Pilih

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:16 WIB
Bagikan:
Marak penertiban dan penggusuran di Jabar, IMM ke Gubernur: Jangan Tebang Pilih
Foto Bersama pengurus DPD IMM Jawa Barat. HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

Bandung - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Barat menyoroti penggusuran sejumlah bangunan dan jongko milik warga di Bekasi dan Subang yang dinilai tidak adil.

Mereka mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk bertindak tanpa tebang pilih dalam menertibkan bangunan di atas lahan negara.

Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup DPD IMM Jawa Barat, Iqbal Maulana, menilai penertiban yang dilakukan pemerintah hanya menyasar masyarakat kecil, sementara bangunan komersial berskala besar justru luput dari penindakan, seolah tidak tersentuh oleh tangan gubernur maupun bupati.

“Penggusuran di Desa Dawuan dan Jalancagak memang terjadi. Tapi yang kami pertanyakan, kenapa cuma bangunan milik warga kecil yang dibongkar? Sementara usaha besar seperti D’Castelo dan Asep Stroberi yang juga berdiri di atas tanah negara, tidak disentuh,” ujar Iqbal, Senin (26/5/2025).

Di Desa Dawuan sendiri, puluhan jongko yang digusur karena berdiri di atas tanah milik Perum Jasa Tirta (PJT) dan Bina Marga hanya demi pembuatan taman.

Sebanyak puluhan bangunan sudah diratakan, sisanya akan dibongkar mandiri oleh pemiliknya. Warga disebut hanya mendapat kompensasi mulai Rp5 juta per jongko.

Menurut IMM, nominal itu tidak sebanding dengan kerugian yang dialami warga.

Kebijakan ini juga dinilai tidak manusiawi dan menciptakan ketimpangan sosial. Belum lagi adanya relokasi usaha bagi warga terdampak.

“Kami tidak anti-penertiban. Tapi harus konsisten dan adil. Jangan rakyat kecil saja yang jadi korban,” tegas Iqbal.

IMM juga menantang Gubernur Dedi Mulyadi untuk membuktikan bahwa filosofi tata ruang yang ia gaungkan — luhur kudu awian, tengah kudu Balongan, handap kudu Sawahan — benar-benar diterapkan secara merata.

Mereka pun menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemprov Jawa Barat:

1. Tertibkan seluruh bangunan di atas tanah negara tanpa pandang bulu.

2. Hentikan penggusuran yang mematikan usaha hidup rakyat kecil.

3. Rancang kebijakan tata ruang yang partisipatif, humanis, dan tidak represif.

4. Segera berikan kompensasi dan relokasi bagi warga terdampak.

5. Usut dugaan pemungutan uang sewa oleh oknum birokrasi PJT selama ini.

6. Aparat Penegak Hukum harus mengawasi Pemberian kompensasi dengan selektif, jangan sampai jadi ajang bacakan maupun penerima fiktif.

7. DPRD jangan hanya diam atau kunker, harus berani bersikap membela kepentingan masyarakat kecil.

“Penertiban seharusnya bukan jadi alat kekuasaan. Tapi jalan menuju keadilan ekologis dan sosial,” pungkas Iqbal.(hdi) 

Berita Terbaru

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

FIF Fun Run Subang 2026 Digelar 7 November, Catat Agendanya!

Lifestyle31 menit lalu
Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Download Kalender 2027 Resmi Kemenag, Dilengkapi Libur Nasional dan Cuti Bersama

Lifestyle55 menit lalu
Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Perkiraan Jam Tanding Wakil Indonesia di Hylo Open 2026

Olahraga1 jam lalu
5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

5 Warna Cat Interior Rumah yang Hangat, Bikin Hunian Lebih Nyaman dan Estetik

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang2 jam lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional2 jam lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional3 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang3 jam lalu
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional3 jam lalu
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional4 jam lalu