Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengenal Big House, Simbol Kekuasaan Tuan Tanah Subang Era Kolonial

H
HubaEditor: Huba
|08:27 WIB
Bagikan:
Mengenal Big House, Simbol Kekuasaan Tuan Tanah Subang Era Kolonial
BERNILAI SEJARAH: Big House yang sekarang berubah nama menjadi Grant House berlokasi di di Jalan Ade Irma Suryani merupakan bangunan yang bernilai sejarah di Subang.

SUBANG-Pada masa lampau, untuk menjalankan roda pemerintahannya di Subang, seorang tuan tanah yang tersohor memiliki tempat tinggal yang nyaman dan megah bak istana kepresidenan milik presiden, rumah tersebut dikenal dengan nama Big House. 

Sejak P. W. Hofland memindahkan ibukota Kabupaten Subang (saat itu bernama Pamanoekan en Tjiassemlanden atau P&T Land), dari Tengeragoeng di Distrik Segalaherang ke Kota Subang, rumah tuan tanah atau Big House tidak pernah pindah meskipun penguasanya terus berganti mengikuti irama waktu yang bergerak maju. 

"Rumah itu menjadi simbol kekuasaan penguasa Subang layaknya presiden sebagai kepala negara," kata Dosen Pendidikan Sejarah Institut Pangeran Dharma Kusuma Anggi A. Junaedi kepada Pasundan Ekspres.

Hingga kini, masyarakat Subang menganggap bahwa rumah tua yang terletak di Jalan Ade Irma Suryani (dekat dengan bimbel GO) yang sekarang menjadi Grant House juga adalah Big House. Disitulah para penguasa Subang beraktifitas sekaligus beristirahat. Di tempat itu juga berbagai kebijakan lahir. 

Anggi menyebutkan, pendirian Big House tidak dapat dipisahkan dari budaya yang berkembang di Hindia-Belanda saat itu yaitu budaya Indische. Budaya ini lahir karena adanya akulturasi budaya antara budaya Eropa dan budaya Indonesia. 

"Orang Eropa ingin membangun rumah serupa atau paling tidak mirip dengan rumah-rumah yang ada di Belanda sebagai upaya untuk melepas rindu dengan kampung halamannya," ucapnya. 

Akan tetapi, keinginan itu bertabrakan dengan iklim, teknologi, dan bahan bangunan yang berbeda dengan negeri asalnya. Akibatnya, percampuran budaya tersebut kemudian melahirkan gaya baru dalam dunia arsitektur yang oleh para arsitek disebut dengan Indische Empire Style dan Big House merepresentasikan bangunan dengan gaya tersebut. 

Pemerhati Sejarah sekaligus anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, Beni Rudiono menambahkan, bahwa bangunan Big House tersebut merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang terpelihara dengan baik hingga kini. 

"Gedung ini (sekarang Grant House) yang terselamatkan dan terpelihara dengan baik, karena ada nilai usahanya, seperti dijadikan tempat pertemuan, pernikahan, dan lain-lain sehingga ada pemasukan," ucapnya. 

Melihat bangunan tersebut yang terawat, ia menyayangkan bangunan peninggalan Belanda lainnya yang tidak terawat dan hanya menjadi puing-puing yang tak berfungsi. 

"Yang saya sedihkan adalah aset-aset milik swasta yang tidak dipelihara dengan baik sehingga menjadi sampah di tengah kota, seperti Kantor Besar P&T Land (eks Hotel Subang Plaza), dan lainnya," ucapnya. 

Aset-aset yang terbengkalai tersebut akhirnya sampai saat ini menjadi sebuah permasalahan yang belum selesai. Beni pun mengatakan apabila nantinya harus dikelola oleh swasta maka harus melalui proses lelang. 

"Kapan bangunan itu bisa dimiliki swasta? Ketika dilelang oleh Pemerintah Pusat, bukan Pemda Subang, sehingga menjadi masalah sekarang," ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional8 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu