Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menilik Budidaya Jamur di Desa Tambakan Kampung Kanayakan Subang

H
HubaEditor: Huba
|08:02 WIB
Bagikan:
Menilik Budidaya Jamur di Desa Tambakan Kampung Kanayakan Subang
BUDIDAYA JAMUR: Saefur Rohmat menunjukkan jamur hasil budidaya di Desa Tambakan. HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Desa Tambakan khususnya Kampung Kanayakan, dikenal sebagai salah satu pusat budidaya jamur di Subang.  

Seorang pegawai di salah satu tempat budidaya jamur di sana, Saefur Rohmat, mengungkapkan proses yang cukup rumit dan penuh tantangan dalam membudidayakan jamur.

Menurut Saefur, proses budidaya jamur dimulai dengan penggunaan bahan-bahan utama seperti serbuk kayu, jagung, apu (abu sekam), kapur, dan huut (bibit jamur).

Pertama-tama, semua bahan tersebut dicampur hingga merata. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam plastik berukuran kecil dan dikukus selama 8 hingga 10 jam, tergantung pada ukuran plastiknya. Setelah proses pengukusan selesai, campuran didinginkan sebelum diberi bibit jamur.

"Setelah diberi bibit, plastik-plastik tersebut dipindahkan ke rak untuk proses pemutihan yang memakan waktu sekitar satu bulan lebih," jelas Saefur. 

Proses pemutihan ini penting untuk memastikan jamur tumbuh dengan baik dan siap dipanen.

Usaha budidaya jamur ini telah berjalan selama lima tahun. Saefur menekankan bahwa pasar untuk jamur sangat tergantung pada produksi. 

"Jika jamur sedang banyak, maka pemasarannya juga banyak. Produk kami bahkan masuk ke daerah Cikopo," ujarnya.

Meski terlihat menjanjikan, usaha budidaya jamur ini tidak lepas dari berbagai kendala. Saefur menyebutkan masalah utama yang sering dihadapi adalah bibit yang tidak berhasil tumbuh serta kesulitan dalam proses pengukusan. 

Namun, ia juga menambahkan bahwa produk yang gagal masih bisa didaur ulang dengan mencampurnya kembali dengan bahan-bahan baru.

"Kendala paling diadukan antara bibit yang hitam yang gagal, dan proses pengukusan. Tapi produk gagal bisa didaur ulang diaduk lagi dan disamakan dengan yang baru," tambahnya.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline8 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle9 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang10 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional12 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle13 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional14 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline14 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline16 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle17 jam lalu