Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mesin Pesawat Garuda Indonesia yang Mengangkut Jemaah Calon Haji Mengeluarkan Percikan Api, Prosedur RTB pun Dilakukan

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|10:15 WIB
Bagikan:
Mesin Pesawat Garuda Indonesia yang Mengangkut Jemaah Calon Haji Mengeluarkan Percikan Api, Prosedur RTB pun Dilakukan
Mesin Pesawat Garuda Indonesia Mengeluarkan Percikan Api. (Sumber Foto: Trending X)

PASUNDAN EKSPRES - Pesawat Garuda Indonesia GA-1105 yang mengangkut ratusan calon jemaah hari kloter 5 mengalami kendala teknis yakni berupa adanya mesin yang terbakar dan mengeluarkan percikan api.

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial pada Rabu, 15 Mei 2024 sekitar pukul 15.30 WITA.

Di dalam video tersebut, percikan api itu muncul pada bagian sayap pesawat ketika akan lepas landas atau take-off di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

BACA JUGA:Pesawat Tempur Tercepat di Dunia, Mengenal Lebih Dekat Sukhoi Su-27, McDonnell Douglas F-15 Eagle, dan Mikoyan MiG-31

BACA JUGA:Salut Menabung 5 Tahun Siswa SD Sewa Pesawat Garuda Indonesia untuk Study Tour 3 Negara!

Sebagai langkah cepat, segera dilakukan prosedur Return to Base (RTB) atau kembali ke mendarat di bandara asal untuk memitigas risiko lebih lanjut.

"Keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dikutip dari CNBC Indonesia.

Mesin pesawat pun harus menjadi pengecekan lebih lanjut dan menyeluruh supaya bisa kembali beroperasi.

BACA JUGA:Terjadi Lagi! Pesawat Boeing Terjun Bebas Saat Sedang Mengudara Menuju Auckland

BACA JUGA:Catat Hal Ini! Berikut Obat-Obatan Pribadi yang Disarankan Dibawa Jemaah Haji Menurut Kemenag

Seluruh penumpang selamat dan sudah diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat.

Para penumpang pesawat tersebut merupakan calon Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Makassar yang akan melanjutkan perjalanannya menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV) dan akan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada Kamis, 16 Mei 2024 pukul 03.04 LT.

(pm)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle7 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga16 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu