Negosiasi AS-Iran Terhenti, Ancaman Trump terhadap Iran Picu Protes Delegasi Teheran

PASUNDANEKSPRES.ID - Negosiasi AS-Iran yang berlangsung dengan mediasi Pakistan dan Qatar dilaporkan terhenti sementara setelah berjalan sekitar 80 menit. Berdasarkan laporan media Iran, kedua pihak memutuskan mengambil jeda guna melakukan konsultasi internal sebelum melanjutkan pembahasan berikutnya.
Menariknya, putaran awal perundingan tersebut belum membahas isu yang selama ini menjadi sorotan dunia, yakni program nuklir Iran. Sebaliknya, pembicaraan lebih banyak difokuskan pada implementasi nota kesepahaman yang baru disepakati kedua pihak serta perkembangan situasi keamanan dan politik di Lebanon.
Langkah ini menunjukkan bahwa kedua negara berupaya membangun komunikasi secara bertahap sebelum masuk ke isu-isu yang lebih sensitif dan kompleks.
Fokus Awal Negosiasi AS-Iran Bukan Program Nuklir
Sumber diplomatik yang dikutip media Iran menyebutkan bahwa pembahasan mengenai Selat Hormuz akan menjadi agenda dalam sesi berikutnya. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang berperan penting dalam distribusi energi global.
Sementara itu, topik mengenai program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Teheran dijadwalkan dibahas dalam pertemuan terpisah.
Keputusan untuk memisahkan pembahasan tersebut dinilai sebagai upaya menjaga jalannya dialog agar tetap konstruktif di tengah hubungan kedua negara yang masih dipenuhi ketegangan.
Ancaman Trump Picu Protes Delegasi Iran
Di tengah berlangsungnya negosiasi AS-Iran, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa delegasi Iran sempat meninggalkan lokasi perundingan sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran terkait aktivitas Hizbullah di kawasan Timur Tengah. Presiden AS tersebut mengancam akan mengambil tindakan tegas apabila Teheran tidak menghentikan dukungannya terhadap kelompok yang menurut Washington terus menimbulkan ketidakstabilan regional.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari pihak Iran dan disebut menjadi salah satu faktor yang mengganggu suasana perundingan.
Hubungan AS dan Iran Masih Penuh Tantangan
Meski sempat mengalami jeda dan diwarnai ketegangan, proses negosiasi AS-Iran masih berpeluang berlanjut setelah kedua delegasi menyelesaikan konsultasi internal masing-masing.
Pengamat menilai keberlanjutan dialog akan sangat bergantung pada kemampuan kedua negara dalam menahan eskalasi retorika politik, terutama terkait isu Hizbullah, Selat Hormuz, program nuklir Iran, serta sanksi ekonomi yang masih menjadi sumber perselisihan utama.
Jika pembicaraan dapat berlanjut secara konstruktif, negosiasi ini berpotensi menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan yang selama bertahun-tahun mewarnai hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
