Pasundan dan SJS Kolaborasi Hidupkan Tambak Terimbas Rob di Pantura Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Subang Jagat Selaras ( SJS) Foundation menggandeng PT Wahana Multimedia Pasundan ikut serta berpartisipasi mendukung program nasional pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan di Pantura Subang.
Sektor pangan khususnya pertanian tambak dengan membudidayakan ikan bandeng di areal tambak di Pantura Subang tepatnya daerah Pantai Pesisir Utara yang terletak di Kecamatan Legonkulon, Kamis (7/5).
Untuk tahap awal sebanyak 4.000 ekor bibit ikan bandeng ditebar di tambak yang terbengkalai terkena abrasi.
Tempat budidaya ini sebelumnya telah direhabilitasi kembali agar tingkat keberhasilan penebaran ikan bandeng ini bisa maksimal.
Pantauan Pasundan Ekspres di lapangan, akses jalan ke kawasan tambak kurang bagus. Banyak jalan aspal yang terkelupas hingga batu-batu terlihat, dan tanah liat akibat banjir rob besar yang terjadi pada lebih dari 10 tahun silam di pesisir yang tidak kunjung di perbaiki.
Kondisi ini dibenarkan ketua kelompok petambak setempat, Tasa Wijaya. Dikatakan Tasa, program awalan budidaya ikan bandeng ini pihaknya sebagai sangat positif.
Tasa salah satu pengurus divisi usaha Yayasan SJS ini menilai bahwa kolaborasi bersama PT Wahana Multimedia Pasundan sangat baik dan bermanfaat.
Tasa dan kawan-kawannya berharap bahwa melalui Yayasan SJS bisa menjadi jembatan kepada pemerintah agar memperhatikan tambak di kawasan itu bisa kembali produktif. Khususnya di sekitar wilayah Legonkulon Kabupaten Subang.
"Ada sekitar 1000 hektar lebih lahan yang terimbas air rob, dan tak mampu kembali diperbaiki untuk menambak. Banyak yang tidak produktif sehingga para petambak terancam kehilangan mata pencaharian dan kesulitan bertahan hidup," tuturnya.
Motivasi untuk Petani Tambak di Pantura Subang
Sedangkan Ketua Yayasan SJS, Asep Mulyana mengutarakan bahwa kerjasama antara pihaknya dan kelompok petambak diharapkan bisa menstimulus para petani tambak.
"Program ini bersama Pasundan ini diharapkan petani tambak yang sudah putus asa dalam budidaya karena keterbatasan permodalan, keadaan lahan yang rusak akibat bencana banjir yang tak kunjung ada perhatian dari pemerintah bisa jadi solusi," ujar Asep.
Dijelaskan Asep, selain itu penanaman bibit bandeng pun adalah awal dari upaya berkontribusi bidang budidaya ini.
"Kami berupa untuk menyuport petambak dalam membantu mewujudkan program pemerintah terkait swasembada pangan nasional di sektor perikanan. Kami juga bersama Pasundan ini melakukan budidaya rumput laut," tandasnya.
Paparan petani tambak Tasa dan Ketua Yayasan SJS di atas mendapat atensi CEO Pasundan Ekspres Group, Mohamad Fauzi. Pihaknya berharap kerjasama mendukung program pemerintah sektor ketahanan pangan ini menjadi divisi khusus non-media perusahannya.
"Jadi selain bisnis media informasi terkait pemberitaan, advertising, media handling yang selama kita lakukan, sekarang divisi non media juga kita lakukan. Salah satunya budidaya ikan bandeng dan rumput laut," kata Mohamad Fauzi didampingi Direktur Pasundan Ekspres Sutarjono Bayu Aji, seraya berharap ini bisa berjalan berkelanjutan dan melibatkan banyak petambak di sana. (red)
