Persoalan Anak Tidak Sekolah Jadi Fokus Disdikbud Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi mengatakan, salah satu perhatian dalam roadmap pendidikan yang saat ini direncanakan, yakni layanan akses pendidikan.
Hal ini dikarenakan permasalahan anak tidak sekolah (ATS) yang mempengaruhi angka harapan sekolah di Kabupaten Subang masih cukup mengkhawatirkan.
“Angka rata-rata harapan sekolah kita masih di angka 7, artinya masih sampai di tingkat 1 SMP, masalah ini salah satu yang akan kita masukan kedalam roadmap pendidikan hingga tahun 2029,” ucapnya dalam Talkshow Roadmap Pendidikan dan Kebudyaaan, beberapa waktu lalu.
Berangkat dari sana, pihaknya kini tengah berusaha mengembalikan sejumlah anak untuk kembali bersekolah, dimulai dari mendata anak-anak tersebut.
“Kami sudah mulai menggeliat mendata anak-anak yang putus sekolah, bagaimana caranya agar mereka yang putus sekolah kembali bersekolah dengan beberapa pertimbangan,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, sampai dengan berita ini ditulis, angka ATS di Subang diketahui sekitar 21.000 orang. Akan tetapi, jumlah tersebut masih terus dikaji keabsahannya, untuk dapat mengefektifkan upaya pengembalian anak ke sekolah tersebut.
“Jumlah tersebut kini masih harus diverval, makanya kita perlu berkolaborasi dengan melakukan upaya secara holistik dengan OPD terkait, serta Pemerintahan Desa dan Kecamatan,” ucapnya.
Kemudian, setelah masalah data tersebut terselesaikan, Heri mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa opsi untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satunya melalui sekolah kesetaraan.
“Jika sudah diketahui jumlah pastinya, maka kita harus mengetahui cara mengintervensinya, salah satunya dengan sekolah kesetaraan,” ucapnya.(fsh/ysp)
