Respons Cepat PUPR Subang, Excavator Diterjunkan Keruk Sedimentasi SS Legonkulon demi Selamatkan Pasokan Air Sawah

SUBANG – Ancaman berkurangnya pasokan air irigasi yang dikhawatirkan mengganggu areal persawahan di Desa Legonkulon, Kecamatan Legonkulon, langsung direspons cepat Pemerintah Kabupaten Subang.
Melalui UPTD Workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), alat berat excavator diterjunkan untuk mengeruk sedimentasi di Saluran Sekunder (SS) Legonkulon agar aliran air kembali normal.
Pengerukan dilakukan menyusul keluhan petani yang mengalami penurunan debit air akibat endapan lumpur yang menghambat aliran irigasi menuju lahan pertanian.
Respon Cepat Arahan Saat Saba Desa di Legonkulon
Kepala UPTD Workshop PUPR Kabupaten Subang, Dede Risyadi Hasan, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti permohonan petani setelah menerima arahan dari Asisten Daerah I saat kegiatan Saba Desa di Kecamatan Legonkulon.
"Kami langsung merespons permohonan masyarakat dengan menurunkan excavator untuk mengeruk sedimentasi di SS Legonkulon. Mudah-mudahan pekerjaan ini selesai dalam waktu lima hari sehingga aliran air ke sawah kembali normal," ujar Dede, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, pengerukan dilakukan sebagai upaya memperlancar distribusi air irigasi agar kebutuhan pengairan lahan pertanian tetap terpenuhi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan air pada musim tanam.
Pelaksanaan pengerukan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Subang dan swadaya para petani yang turut mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
Diharapkan, normalisasi saluran irigasi tersebut mampu mengembalikan pasokan air ke areal persawahan sehingga produktivitas pertanian di Desa Legonkulon tetap terjaga dan petani tidak mengalami gagal tanam akibat kekurangan air.(dan/ysp)
