Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Hari Kartini & Perjuangan Emansipasi Perempuan

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|06:29 WIB
Bagikan:
Sejarah Hari Kartini & Perjuangan Emansipasi Perempuan
Foto: Screenshoot via Freepik

PASUNDAN EKSPRES - Tiap tahun pada tanggal 21 April, masyarakat Indonesia mengenang Hari Kartini sebagai penghormatan terhadap perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. 

Bagaimana perjalanan sejarah Hari Kartini dan kontribusi perjuangan yang dilakukan oleh RA Kartini?

Perayaan Hari Kartini dimulai pada 2 Mei 1964 saat Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden No.108 Tahun 1964 yang menetapkan R.A Kartini sebagai pahlawan nasional dan menetapkan tanggal lahirnya, 21 April, sebagai Hari Kartini. 

Langkah ini diambil oleh Soekarno atas dasar yang kuat.

BACA JUGA:Viral Oknum Polisi Kasih Mahar Emas Palsu ke Pengantin Wanita di Purwakarta

Kartini berusaha mengubah pandangan bahwa perempuan tidak hanya terbatas pada urusan rumah tangga seperti kasur, sumur, dan dapur.

Tantangan ini terjadi karena Kartini hidup dalam budaya Jawa yang menurutnya sudah ketinggalan zaman.

Sejarah mencatat bahwa Kartini pernah dipingit dalam keluarganya selama 6 tahun.

Namun, selama masa itu, Kartini mengalami transformasi pikiran yang luar biasa dengan membaca banyak buku dan koran.

Hasil dari transformasi tersebut terungkap dalam surat-surat yang ditulisnya setelah bebas dari masa pengurungan kepada teman-temannya di Belanda. Secara umum, Kartini berjuang untuk emansipasi di Indonesia.

"Dua tujuan kami adalah untuk memajukan bangsa kami dan membuka jalan bagi perempuan kami menuju kehidupan yang lebih baik, yang sesuai dengan martabat manusia," tulis Kartini kepada Nellie van Kol pada tahun 1901.

Bagi Kartini, pendidikan formal adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Dia yakin bahwa dengan pendidikan, pikiran perempuan bisa berkembang dan matang.

Bahkan, perkembangan ini tidak hanya memengaruhi perempuan itu sendiri, tetapi juga anak-anak yang akan dilahirkan kelak.

"Perempuan Jawa harus dididik, harus belajar, dan harus berkontribusi dalam proyek besar seperti pendidikan nasional yang sangat besar," tulis Kartini.

Sayangnya, Kartini wafat dalam usia muda, 25 tahun, pada 17 September 1904, setelah melahirkan anak pertamanya.

Meskipun demikian, pandangan modernis menganggap Kartini sebagai tokoh yang melawan norma zaman dan penting untuk diabadikan.

Oleh karena itu, surat-suratnya dikumpulkan dan diterbitkan menjadi buku berjudul "Door Duisternis tot Licht" (Dari Kegelapan Menuju Cahaya).

(hil/hil)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga10 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang10 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta10 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang11 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional12 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang13 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional13 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional13 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline13 jam lalu