Serapan Tenaga Kerja BYD dan VinFast di Subang Tembus Ribuan Orang

PASUNDANEKSPRES.ID - Dua perusahaan industri otomotif kendaraan listrik, BYD dan VinFast, tercatat telah merekrut ribuan pekerja dari berbagai daerah, baik dari Jawa Barat maupun luar provinsi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang, Rona Mairansyah mengungkapkan, penyerapan tenaga kerja oleh BYD tersebar dari sejumlah wilayah.
Dari data yang dihimpun, tenaga kerja asal Subang mendominasi dengan 299 orang, disusul Karawang 220 orang, Bekasi 144 orang, Purwakarta 112 orang, Bandung 91 orang, Cirebon 75 orang, Indramayu 63 orang, Kuningan 50 orang, Majalengka 28 orang, serta Bogor 19 orang.
“Selain dari Jawa Barat, BYD juga merekrut 937 pekerja dari luar provinsi untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan,” ungkapnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, belum lama ini.
Sementara itu, lanjut Rona, VinFast juga mencatat penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang besar.
Pekerja asal Subang tercatat sebanyak 317 orang, Karawang 84 orang, Bekasi 63 orang, Purwakarta 51 orang, Bandung 32 orang, Cirebon 23 orang, Indramayu 22 orang, Tegal 14 orang, serta Kuningan dan Bogor masing-masing 13 orang.
BYD dan VinFast Bantu Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sektor Industri
Menurut Rona, tingginya angka penyerapan tenaga kerja ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor industri manufaktur berbasis kendaraan listrik yang kini tengah berkembang pesat.
Rona juga mengatakan, pemerintah daerah melalui Disnakertrans terus berupaya meningkatkan kualitas dan kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri.
“Upaya kami adalah untuk memperkuat pelatihan keterampilan dan menjembatani kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja, sehingga peluang kerja ini bisa lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Subang,” kata Rona.
Ia juga menyebut, kehadiran industri kendaraan listrik BYD dan VinFast ini menjadi peluang besar bagi peningkatan ekonomi daerah, sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kami, perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi pekerja lokal serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Subang,” pungkasnya.(cdp/ysp)
