Siswa di Subang Bawa Bekal Sendiri Pasca Keracunan MBG, SPPG Belum Kirim Makanan Lagi

PASUNDANEKSPRES.ID - Siswa SDN Rawelele belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca kasus keracunan pada 25 September 2025 lalu. Mereka memilih untuk membawa bekal makanan dari rumah.
"Belum (dikirim program MBG, red), hanya saja anak-anak setiap hari tetap makan membawa bekal sendiri dari tumah," kata Kepala SDN Rawalele, Yanti Mala kepada Pasundan Ekspres, Kamis (2/10/2025).
Para siswa terlihat menyantap makanan yang telah disiapkan orang tua mereka itu dengan sangat lahap.
Menu makanan yang dibawa para siswa dari rumah cukup beragam. Menandakan bahwa makanan tersebut telah disesuaikan dengan selera dan kesukaan masing-masing siswa.
Bekal mereka juga terlihat tidak hanya lebih banyak, tetapi juga tidak kalah lengkap dengan menu yang disediakan oleh program MBG.
Ketika ditanyai soal keberlanjutan program MBG di sekolahnya, Yanti mengatakan, dirinya belum tahu pasti kapan.
"Belum tahu, dari SPPG-nya belum ada informasi," ucapnya.
Yanti menyebut, baik siswa maupun orang tuanya menjadi trauma terhadap program tersebut. "Iya, jadi taruma, malahan lebih semangat bawa masing-masing," ucapnya.
Ia berharap apabila program MBG ini dilanjutkan pihak yang bertanggung jawab agar senantiasa memperbaiki pelaksanaan dan pengawasannya, sehingga kejadian keracunan tidak terjadi lagi dimanapun.
"Kalau saya sih, mengikuti yang terbaik. Programnya sudah bagus, tinggal bagaimana cara yang terbaik kaitan dengan pelaksanaan di lapangannya. Pengawasannya lebih di perhatikan," ucapnya.
Siswa Mual dan Muntah
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 siswa SDN Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami gejala mual dan muntah saat berada di sekolah pada Kamis (25/9/2025).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi mengatakan, dari total 480 siswa, terdapat 11 siswa yang mengeluh mual dan muntah.
Dinkes Subang memastikan penyelidikan terus berjalan. “Penyebab masih kami lihat lagi dan akan mengambil sampel makanan untuk memastikan apa penyebabnya,” tutup Maxi.
Merespon adanya dugaan keracunan menu MBG, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Nunung Suryani dan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono langsung melakukan pengecekan ke SPPG Dawuan Kaler pada pada Kamis (25/9/2025).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Nunung Suryani menyayangkan kejadian ini terjadi juga di Subang. “Tentunya sangat disayangkan ini terjadi juga di Subang,” ucapnya.
Dirinya berharap kejadian ini adalah yang terakhir kalinya di Kabupaten Subang. “Semoga ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Kabupaten Subang,” ucapnya.
Adapun menu yang dihidangkan di SDN Rawalele pada Kamis (25/9/2025) di SPPG Dawuan Kaler yakni nasi putih, ikan fillet crispy, tempe goreng, tumis pakcoy jagung, dan jeruk.
Diketahui SPPG Dawuan Kaler ini di bawah Yayasan Bandung Barat Mania, mereka menyediakan 1845 porsi makanan basah untuk satuan pendidikan, serta 1.491 porsi makanan kering untuk ibu menyusui. Dengan begitu total makanan yang disediakan yakni 3.336 porsi per harinya.(fsh/cdp/ysp)
