Siswa SDN 1 Mekargalih Purwakarta Isi Libur Lebaran dengan Panen Jagung

PASUNDANEKSPRES.ID - SDN 1 Mekargalih yang berlokasi di Jl. Stasiun Ciganea, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, sukses melaksanakan panen jagung yang ditanam dan dirawat langsung oleh para siswanya.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Tatanen di Bale Atikan (TdBA) ini menjadi istimewa karena penen tersebut dilaksanakan pada saat siswa libur lebaran. Dengan demikian, para siswa dapat mengisi waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif.
Dikonfirmasi terkait panen jagung ini, Kepala SDN 1 Mekargalih, Dedeh menyebutkan, sekolahnya telah melaksanakan TdBA sejak 2021. Jenis tanaman yang ditanam pun bergantian. Adapun panen jagung ini adalah yang keempat kalinya. "Alhamdulillah, libur lebaran tahun ini penuh berkah. Anak-anak juga antusias ikut memanen jagung. Padahal, saat libur, banyak yang memilih bermain, jalan-jalan dan kegiatan lainnya," kata Dedeh, belum lama ini.
Panen jagung yang bertepatan dengan libur lebaran ini, sambungnya, memberikan makna yang lebih mendalam karena menghadirkan nilai sosial dan spiritual serta sebagai sarana untuk menanamkan rasa syukur, kebersamaan dan kepedulian antarwarga sekolah. "Panen jagung ini menjadi simbol dari usaha, kesabaran, dan doa yang tidak pernah berhenti. Melalui kegiatan TdBA ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa belajar tidak hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang kerja keras, kebersamaan, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT," ujarnya.
Dedeh berharap dengan panen jagung dan sayuran lainnya di sekolahnya bisa membawa perubahan perilaku pada peserta didik dalam meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, kemandirian siswa dalam menjaga dan merawat alam sekitar. "Keterbatasan lahan di sekolah bukan halangan tapi justru melahirkan ide inovatif yang kemudian direalisasikan serta diolah menjadi peluang pembelajaran bermakna. Sehingga, menghasilkan hasil panen dari, oleh dan untuk warga sekolah," ucapnya.
Dedeh berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran lingkungan serta menumbuhkan kemandirian siswa dalam merawat alam sekitar. "Dengan lahan yang terbatas, kami ingin membuktikan bahwa sekolah tetap bisa menjadi ruang belajar yang hijau, produktif, dan menjadi laboratorium kehidupan bagi anak-anak," katanya.(add/sep)
