Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Subang Belum Ramah Anak, Tren Kasus Kekerasan Meningkat

M
Muhammad FaisalEditor: Huba
|08:58 WIB
Bagikan:
Subang Belum Ramah Anak, Tren Kasus Kekerasan Meningkat

SUBANG-Kabupaten Subang belum bisa dikatakan ramah anak. Tren kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan.

Mirisnya, tren peningkatan kekerasan anak bersamaan dengan diraihnya status Subang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) sejak 2022-2024, dengan predikat hak anak hingga predikat pratama. Ini menjadi sinyal bahwa anak-anak masih dalam bayang-bayang ancaman kekerasan.

Merujuk data Polres Subang, ada 45 kasus kekerasan terhadap anak selama Januari hingga Juni 2025. Kasus yang ditangani Polres itu meningkat jika dibandingkan tahun 2024 lalu dengan periode yang sama.

Namun, angka itu berbeda dengan yang dikantongi oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang. Hingga 18 Juni 2025, KPAD mencatat ada 24 kasus kekerasan terhadap anak.

Fakta bahwa anak-anak Subang belum aman dari kekerasan juga bisa dilihat dari tahun 2023 hingga 2024. Tahun 2023, jumlah kekerasan terhadap anak mencapai 75 kasus dengan jumlah korban sebanyak 77 orang. Dari jumlah itu, tercatat ada 57 kasus pelecehan terhadap anak.

Lalu, tahun 2024 meningkat menjadi 94 kasus. Dengan jumlah korban sebanyak 98 orang. Lagi-lagi jumlah tersebut didominasi oleh kasus pelecehan seksual sebanyak 44 kasus dan kekerasan fisik sebanyak 20 kasus.

Data kasus kekerasan anak itu terungkap dalam Musrenbang Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas untuk perencanaan tahun 2026, pada Kamis (24/4/2025) di Aula Pemda. Data itu diungkap oleh Kabid Perlindungan Anak, Herijanto dalam acara tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Subang, Iwan Syahrul Anwar justru khawatir soal angka-angka kasus yang saat ini terakumulasi dan terlaporkan lebih sedikit dibandingkan jumlah kasus yang tidak terlaporkan.

“Catatan penting dari angka-angka ini adalah jangan-jangan ini adalah fenomena gunung es. Maksudnya, yang terlaporkan ke kita sebanyak ini angkanya, tetapi yang tidak terlaporkan ke kita jauh lebih banyak,” ucapnya pada Musrenbang Perempuan dan Anak pada Kamis (24/4/2025) lalu.

Gelisah atas kekerasan terhadap anak itu mendapat respon baik dari Pemda Subang. Musrenbang Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas untuk perencanaan tahun 2026 yang pertama kalinya digelar ini, sebagai bentuk konkret upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Pemda Subang ingin kabupaten ini menjadi daerah yang ramah bagi anak, jauh dari ancaman kekerasan terhadap anak.

Misi Kabupaten Subang menjadi kabupaten yang ramah bagi anak-anak juga tercetus dalam buah pikiran Bupati Reynaldy. 

Dalam puncak perayaan Hari Anak Nasional 2025 pada Rabu (23/7/2025) di Wisata Talaga Sunda, Dangdeur, bupati muda itu menegaskan, Pemda Subang berkomitmen mewujudkan Subang yang ramah anak. 

“Pemkab Subang berkomitmen menjadi kabupaten yang menjamin pemenuhan hak anak dan ramah anak,” ucapnya.

Untuk mewujudkan keinginan bupati itu, beban berat tersebut salah satunya ada pada Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Kepala DP2KBP3A H. Yayat Sudrajat mengungkapkan, Pemda Subang tengah menargetkan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk predikat Utama. Target ini naik dibandingkan dengan beberapa bulan lalu, yakni menargetkan di level Madya.

Menurutnya, predikat ini menjadi sangat penting, sebab keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh keberhasilan melindungi dan memenuhi hak anak.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle35 menit lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle2 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional2 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline3 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline3 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle4 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle5 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional5 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional5 jam lalu