Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Krisis Air di Desa Batutumpang, Bupati Purwakarta Sebut Pemda Telah Kirim Bantuan

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:10 WIB
Bagikan:
Warga Krisis Air di Desa Batutumpang, Bupati Purwakarta Sebut Pemda Telah Kirim Bantuan
TERPAKSA: Warga Desa Batu Tumpang di Purwakarta, memanfaatkan kubangan bekas galian tanah yang dipenuhi air keruh untuk mencuci pakaian dan mandi. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA – Di tengah krisis air bersih yang masih dialami warga Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menegaskan bantuan air bersih terus disalurkan setiap hari. Hingga kini, pemerintah daerah mengklaim telah mengirim hampir 40 ribu liter air bersih ke desa tersebut.

"Purwakarta kesayangan Om Zein, bulan Juli ini adalah sudah memasuki bulan ketiga di musim kemarau tahun ini. Nampaknya, kemarau tahun ini berbeda, terasa lebih kering," kata Om Zein melalui akun TikTok @omzein_bupatiaing, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Purwakarta. Beberapa daerah telah mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

"Om Zein sarankan kepada seluruh masyarakat mulai menghemat air, itu yang pertama. Terus yang kedua, jika mengalami kesulitan air bersih segera lapor ke RT/RW setempat, kepala desa setempat, camat setempat atau langsung lapor ke Pos Pengaduan Bale Katresna," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah laporan diterima, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengirim bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan air.

"Ketika laporan sudah masuk, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta akan membantu mengirim air bersih ke seluruh pelosok yang ada di wilayah kabupaten Purwakarta yang mengalami kesulitan air," katanya.

Khusus untuk Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Om Zein menegaskan bantuan air bersih sebenarnya telah disalurkan sejak sebelumnya dan hingga kini jumlahnya hampir mencapai 40 ribu liter.

"Terkhusus yang kemarin itu, yang di Desa Batu tumpang, Kecamatan Tegalwaru, sesungguhnya kami sudah kirim air bersih. Bahkan, sampai saat ini sudah hampir 40.000 liter yang kami kirim ke daerah itu," ucap Om Zein.

Ia pun menegaskan mobil tangki milik pemerintah daerah terus beroperasi setiap hari untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan.

"Karenanya, untuk warga Purwakarta kesayangan Om Zein, pokoknya begitu mengalami krisis atau kekurangan air bersih segera lapor dan langsung kamu tanggapi," kata Om Zein.

Meski demikian, warga Desa Batutumpang mengaku krisis air bersih masih dirasakan hingga saat ini. Mereka masih memanfaatkan kubangan bekas galian tanah untuk mandi dan mencuci, sementara kebutuhan air minum dan memasak harus dipenuhi dengan membeli air.

Nina (31), salah seorang warga, mengatakan keluarganya sudah tiga bulan kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur di rumah mengering.

"Air dari kubangan hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, keluarganya harus membeli air isi ulang seharga Rp5 ribu per galon atau air mineral sekitar Rp20 ribu per galon," kata Nina.

Ia mengatakan, sesekali warga juga mendapat bantuan air bersih dari pemerintah desa melalui mobil tangki. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat lebih rutin.

"Takut sih, tapi enggak ada lagi air. Alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang sakit. Harapan kami pemerintah bisa kirim air bersih seminggu dua kali," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta harus bertahan menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang. Sejak tiga bulan terakhir hingga saat ini, sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. 

Warga pun terpaksa memanfaatkan dua kubangan bekas galian tanah yang masih menyisakan genangan air sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian. Meski kondisi air tampak keruh kecokelatan, bercampur lumpur, sampah plastik, hingga lumut di tepi kubangan, warga mengaku tidak memiliki pilihan lain.(add/ysp)

Berita Terbaru

Kamar Hotel Digerebek Polisi, 3 Anggota DPRD Terseret Kasus Pesta Narkoba di Surabaya

Kamar Hotel Digerebek Polisi, 3 Anggota DPRD Terseret Kasus Pesta Narkoba di Surabaya

Nasional30 menit lalu
Om Zein Minta Hentikan Pembangunan SC AI BDx di Jatiluhur

Om Zein Minta Hentikan Pembangunan SC AI BDx di Jatiluhur

Purwakarta58 menit lalu
Siswa-Siswi SMAN 4 Karawang Belajar Kenali Modus TPPO dari Imigrasi Karawang

Siswa-Siswi SMAN 4 Karawang Belajar Kenali Modus TPPO dari Imigrasi Karawang

Karawang1 jam lalu
Kapolres Ajak Viking-The Jakmania Jaga Sportivitas dan Kamtibmas lewat Mancing Mania

Kapolres Ajak Viking-The Jakmania Jaga Sportivitas dan Kamtibmas lewat Mancing Mania

Purwakarta1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Dan Tunjuk Komjen Suyudi Jadi Pengganti? Simak Berita Updatenya Disini!

Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Dan Tunjuk Komjen Suyudi Jadi Pengganti? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional1 jam lalu
APBD Bertambah, PC PMII: Manfaatnya Harus Terasa

APBD Bertambah, PC PMII: Manfaatnya Harus Terasa

Purwakarta1 jam lalu
JNE Gelar JLC Member Gathering di Purwakarta

JNE Gelar JLC Member Gathering di Purwakarta

Purwakarta1 jam lalu
MTsN 1 Purwakarta Raih Predikat Sangat Baik di KPPN Award

MTsN 1 Purwakarta Raih Predikat Sangat Baik di KPPN Award

Purwakarta1 jam lalu
Khalisa Adzqia Ramadhani, Penulis Cilik SDN Karangbungur Subang Siap Bawa Nama Jawa Barat ke Panggung Nasional

Khalisa Adzqia Ramadhani, Penulis Cilik SDN Karangbungur Subang Siap Bawa Nama Jawa Barat ke Panggung Nasional

Subang1 jam lalu
Bangunan dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibongkar

Bangunan dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibongkar

Nasional1 jam lalu