Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Denmark Menarik 3 Merek Mi Instan Pedas asal Korea Selatan, Diduga mengandung Bahan Kimia

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:09 WIB
Bagikan:
Denmark Menarik 3 Merek Mi Instan Pedas asal Korea Selatan, Diduga mengandung Bahan Kimia
Denmark Menarik 3 Merek Mi Instan Pedas asal Korea Selatan, Diduga mengandung Bahan Kimia (Image From: The Seattle Times)

PASUNDAN EKSPRES - Denmark menarik 3 merek mi instan pedas asal Korea Selatan. Otoritas pangan di Denmark telah menarik tiga jenis produk mie instan pedas yang diimpor dari Korea Selatan.

Hal ini dilakukan karena adanya risiko "keracunan akut" yang terkait dengan produk-produk tersebut. Konsumen di Denmark yang memiliki produk mie instan pedas impor dari Korea Selatan diminta untuk membuangnya atau mengembalikannya ke tempat pembelian.

Denmark Menarik 3 Merek Mi Instan Pedas 

Produk mie instan pedas yang ditarik oleh otoritas pangan di Denmark adalah produk-produk yang dibuat oleh Samyang Foods, salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan yang berbasis di Seoul. Mie-mie tersebut dijual secara global.

Mie instan pedas yang ditarik terdiri dari 3 varian, yaitu, Buldak Samyang 3x Spicy & Hot Chicken, Buldak Samyang 2x Spicy & Hot Chicken, Buldak Samyang Hot Chicken Stew. 

Menurut Badan Pengawas Obat Hewan dan Makanan Denmark, produk mie instan pedas yang ditarik tersebut mengandung capsaicin dalam dosis yang terlalu tinggi. Capsaicin adalah bahan aktif yang terdapat dalam cabai.

Selain itu, produk-produk tersebut juga mengandung bahan kimia tertentu yang dapat berpotensi menjadi racun saraf dan berbahaya bagi kesehatan konsumen.

BACA JUGA: PBB: Kekerasan terhadap Anak-anak Mencapai Tingkat yang Ekstrem di Tahun 2023, Pertempuran Gaza menjadi Salah Satunya

BACA JUGA: Inovasi Pengelolaan Hutan Cara Orang Jerman Menebang Kayu Tanpa Menggunduli Hutan

Oleh karena itu, otoritas pangan Denmark menilai bahwa kandungan dan komposisi dari produk mie instan pedas asal Korea Selatan ini berisiko menyebabkan keracunan akut bagi konsumen.

Badan Pengawas Obat Hewan dan Makanan Denmark mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja di Denmark telah saling menantang satu sama lain di media sosial untuk memakan semangkuk sup mie yang pedas.

Hal ini mengacu pada ketiga produk mie instan pedas asal Korea Selatan yang telah ditarik sebelumnya.

"Hidangan mie yang dipasarkan dengan rasa yang sangat kuat tidak boleh lagi dijual karena konsumen dan terutama anak-anak berisiko mengalami keracunan akut," demikian pernyataan yang dikutip dari AP News, Kamis (13/6). 

Menurut Henrik Dammand Nielsen dari Badan Pengawas Obat Hewan dan Makanan Denmark, anak-anak, orang dewasa yang rentan, serta orang tua berisiko tinggi jika mengonsumsi produk mie instan pedas tersebut.

Nielsen menjelaskan bahwa gejala yang mungkin timbul akibat mengkonsumsi produk-produk ini antara lain rasa terbakar dan ketidaknyamanan, mual, muntah, serta tekanan darah tinggi.

Dalam pernyataan kepada media, pihak Samyang Foods mengakui bahwa langkah penarikan produk mie instan pedas mereka di Denmark bukan didasarkan pada masalah kualitas produk.

Sebaliknya, Samyang menyatakan bahwa otoritas pangan setempat menganggap produk tersebut terlalu pedas dan berpotensi menimbulkan masalah bagi konsumen.

Samyang Foods menjelaskan bahwa produk mie instan pedas yang sama telah diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia. Namun, tindakan penarikan produk ini merupakan yang pertama kali mereka hadapi di mana pun.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka akan mempelajari dengan saksama peraturan pangan setempat di Denmark sambil menanggapi tindakan penarikan yang dilakukan oleh otoritas pangan di negara tersebut.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle5 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat7 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang7 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang7 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang7 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang7 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang7 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang7 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang7 jam lalu