Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kamala Harris Mendesak Netanyahu untuk Meringankan Penderitaan di Gaza

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:34 WIB
Bagikan:
Kamala Harris Mendesak Netanyahu untuk Meringankan Penderitaan di Gaza
Kamala Harris Mendesak Netanyahu untuk Meringankan Penderitaan di Gaza (Image From: The True Story)

PASUNDAN EKSPRES - Harris mendesak Netanyahu untuk meringankan penderitaan di Gaza. Wakil Presiden AS Kamala Harris menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membantu mencapai kesepakatan gencatan senjata Gaza yang akan meringankan penderitaan warga sipil Palestina. 

“Sudah saatnya perang ini diakhiri,” ujar Harris dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi setelah ia mengadakan pembicaraan tatap muka dengan Netanyahu, dikutip Reuters, Jumat (26/7).

Kamala Harris, yang kemungkinan akan menjadi calon presiden Partai Demokrat, tidak menyiapkan pernyataannya terkait krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Gaza. Hal ini terjadi setelah 9 bulan perang antara Israel dan militan Hamas.

Harris Mendesak Netanyahu untuk Meringankan Penderitaan di Gaza 

Kamala Harris mengatakan jika kita tidak boleh membiarkan diri kita mati rasa terhadap penderitaan yang tengah terjadi. Bahkan Harris mengaku ia tidak akan diam saja. 

Pernyataan Kamala Harris terdengar sangat tegas dan serius, menimbulkan pertanyaan apakah dia akan bersikap lebih agresif dalam menghadapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika terpilih menjadi Presiden pada 5 November mendatang.

Meskipun demikian, para pengamat tidak memperkirakan akan ada perubahan besar dalam kebijakan Amerika Serikat terhadap Israel, yang merupakan sekutu terdekat Washington di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Israel dan militan Hamas di Gaza ini dimulai pada tanggal 7 Oktober.

Pada tanggal tersebut, para militan Hamas melakukan serangan ke wilayah selatan Israel dari Gaza. Serangan ini mengakibatkan 1.200 orang tewas, dan menurut perhitungan Israel, lebih dari 250 orang ditawan.

BACA JUGA: 14 Faksi Bersatu untuk Palestina, Siap Mendamaikan Kedua Belah Pihak

BACA JUGA: Eksistensi Israel di Olimpiade Paris 2024, begini Gambarannya Jika Diboikot

Serangan balasan yang dilakukan Israel di Gaza telah mengakibatkan lebih dari 39.000 korban jiwa. Situasi ini telah menimbulkan bencana kemanusiaan yang parah di wilayah tersebut.

Sebagian besar daerah di Gaza telah porak-poranda, menyebabkan banyak penduduk harus mengungsi dari rumah mereka. Selain itu, warga juga mengalami kelaparan dan kekurangan bantuan darurat yang mendesak.

Presiden Biden sebelumnya telah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pertemuan tersebut, Biden menyampaikan kepada Netanyahu bahwa Israel perlu menutup celah-celah tertentu untuk dapat mencapai gencatan senjata di Gaza.

Selain itu, Biden juga mengatakan kepada Netanyahu bahwa Israel harus menghilangkan hambatan-hambatan yang menghalangi aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

(ipa)

Berita Terbaru

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional12 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional14 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle16 menit lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional26 menit lalu
ADVERTISEMENT
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline48 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu