Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pengerahan Kapal Perang NATO di Asia, Tanda Ketegangan Baru dengan Tiongkok?

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|22:33 WIB
Bagikan:
Pengerahan Kapal Perang NATO di Asia, Tanda Ketegangan Baru dengan Tiongkok?
Pengerahan Kapal Perang NATO di Asia, Tanda Ketegangan Baru dengan Tiongkok?

PASUNDAN EKSPRES - NATO tampaknya semakin serius dalam memperkuat kehadirannya di kawasan Pasifik Barat. Kawasan strategis ini menghubungkan Asia, Australia, dan Amerika, serta menjadi medan penting dalam persaingan geopolitik global. Upaya NATO ini muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap potensi ketegangan dengan Tiongkok, yang semakin aktif memperluas pengaruhnya di wilayah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, NATO dilaporkan mengirimkan lebih banyak kapal perang ke Pasifik Barat. Langkah ini termasuk pengerahan kapal induk Italia, Cavour, yang merupakan salah satu kekuatan angkatan laut utama di kawasan Eropa. Kapal induk ini baru-baru ini melakukan latihan bersama dengan USS Abraham Lincoln, kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat, di dekat Pulau Guam. Latihan ini melibatkan jet tempur siluman F-35 dan AV-8B Harrier yang diluncurkan dari Cavour, dengan skenario penembakan target di udara.

Laksamana Muda Giancarlo Ciappina, komandan kelompok penyerang kapal induk Cavour, dalam pernyataannya yang dikutip oleh Japan Times, menekankan pentingnya demonstrasi kemampuan NATO untuk memproyeksikan kekuatan di mana saja. "Ini adalah demonstrasi, terutama, dari kemampuan kita untuk memproyeksikan kekuatan di mana saja," ungkapnya.

Meskipun banyak analis tidak memperkirakan bahwa angkatan laut Eropa akan memainkan peran utama dalam konflik di Pasifik, namun kehadiran mereka yang semakin intensif diyakini akan menambah kompleksitas dalam perhitungan militer Tiongkok. Kehadiran NATO ini juga menunjukkan bahwa aliansi tersebut tidak menganggap remeh potensi ancaman dari Tiongkok di kawasan Asia.

Di Asia, Tiongkok memang telah lama menjadi perhatian, terutama dengan tindakannya yang kerap mengirimkan pembom ke dekat Taiwan, yang menjadi titik panas dalam konflik kedaulatan antara Beijing dan Taipei. Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sedangkan pemerintah Taiwan menganggap dirinya sebagai negara merdeka. Ketegangan ini semakin diperburuk oleh konfrontasi Tiongkok dengan Filipina di Laut Cina Selatan (LCS), yang melibatkan klaim wilayah laut yang luas oleh Tiongkok berdasarkan konsep "sembilan garis putus-putus". Klaim ini bahkan mencakup wilayah laut yang berjarak hingga 2000 km dari daratan Tiongkok.

Tak hanya Italia, Inggris juga dijadwalkan akan memperkuat kehadirannya di Pasifik. Kapal induk HMS Prince of Wales dan kelompok penyerangnya dijadwalkan tiba di kawasan ini tahun depan. Negara anggota NATO lainnya, seperti Prancis, juga telah merencanakan pengiriman kelompok penyerang kapal induk Charles de Gaulle ke Pasifik. Jerman dan Belanda juga tidak ketinggalan, dengan rencana serupa untuk mengirimkan kapal perang mereka ke wilayah ini.

NATO telah mulai menunjukkan kewaspadaannya terhadap potensi konfrontasi dengan Tiongkok sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, NATO untuk pertama kalinya memasukkan Tiongkok dalam dokumen strategi panduannya, yang menyebut negara tersebut sebagai tantangan bagi "kepentingan, keamanan, dan nilai-nilai" organisasi tersebut. Tiongkok, di sisi lain, menuding NATO sebagai pihak yang menciptakan ketidakstabilan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada bulan Juli lalu menyatakan bahwa NATO seharusnya "tidak menciptakan kekacauan di Asia-Pasifik setelah menciptakan kekacauan di Eropa".

Sementara itu, ketegangan di Laut Cina Selatan kembali memanas setelah laporan insiden tabrakan antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina akhir pekan lalu. Insiden ini terjadi di dekat beting yang diklaim oleh kedua negara. Media pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan bahwa kapal Filipina sengaja bertabrakan dengan kapal Tiongkok setelah mendapat peringatan dari pihak Tiongkok.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Filipina mengenai insiden ini. Namun, Filipina secara konsisten menentang gangguan Tiongkok di wilayahnya dan telah memperkuat aliansinya dengan Amerika Serikat melalui latihan militer bersama untuk menjaga kedaulatan perairannya.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline6 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle7 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang8 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional10 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle11 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional12 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline13 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline14 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle15 jam lalu