Bangunan Kumuh hingga ‘Rumah Hantu’ Ditertibkan, Dedi Mulyadi: Ditata Ulang Jadi Aset Desa

PASUNDANEKSPRES.ID - Penertiban sempadan jalan yang dilakukan Dedi Mulyadi tidak hanya berfokus pada aspek penataan ruang dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyasar bangunan-bangunan kumuh yang dinilai merusak estetika kawasan serta berpotensi menimbulkan kesan semrawut bagi lingkungan sekitar.
Langkah ini dinilai penting karena keberadaan bangunan tak terurus di sepanjang jalur publik sering kali menimbulkan kesan negatif, baik bagi warga setempat maupun pengguna jalan yang melintas.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah sebuah bangunan tua tak terawat di tikungan jalan yang oleh warga setempat kerap dijuluki sebagai “rumah hantu” karena kondisi fisiknya yang rusak, kosong, dan terlihat menyeramkan, terutama saat malam hari.
Dalam tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube Dedi Mulyadi, ia menegaskan pentingnya penataan kawasan secara menyeluruh agar lingkungan menjadi lebih rapi, aman, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik.
Ia pun mengusulkan agar bangunan-bangunan terbengkalai tersebut dibongkar, kemudian lahannya ditata ulang sesuai peruntukan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak hanya sebatas penertiban, Dedi juga menyarankan agar lahan hasil penataan itu dijadikan sebagai aset desa sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara kolektif dan transparan.
Dengan demikian, lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara produktif, misalnya untuk ruang terbuka hijau, fasilitas umum, atau kegiatan ekonomi warga yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus memperindah wajah kawasan.
“Dibongkar dulu, dirapihkan. Nanti dibangun ulang, bentuknya diseragamkan. Jadi aset desa,” ujar Dedi Mulyadi mengutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.
Ia juga menekankan bahwa warga yang terdampak penertiban tidak boleh dirugikan. Para pedagang, kata Dedi, akan didata ulang dan diberikan bantuan uang sebagai bekal selama masa penataan.
“Yang dagang dibere jutaan, disuruh istirahat dulu di rumah. Setelah itu kita bangun lagi yang rapi,” jelasnya.
Menurut Dedi, penataan kawasan justru akan membuat aktivitas ekonomi warga semakin hidup. Warung-warung yang tertata rapi dan mundur dari badan jalan dinilai lebih aman dan menarik bagi pengunjung.
“Kalau rapi, orang dagang juga rame. Jalannya aman, lingkungannya enak dilihat,” tuturnya.
Penataan ini diharapkan menjadi contoh penertiban yang tidak hanya tegas, tetapi juga berorientasi pada solusi dan kesejahteraan masyarakat.
