Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bangunan Kumuh hingga ‘Rumah Hantu’ Ditertibkan, Dedi Mulyadi: Ditata Ulang Jadi Aset Desa

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|14:05 WIB
Bagikan:
Bangunan Kumuh hingga ‘Rumah Hantu’ Ditertibkan, Dedi Mulyadi: Ditata Ulang Jadi Aset Desa
Dedi Mulyadi mengusulkan penataan ulang bangunan kumuh menjadi aset desa.

PASUNDANEKSPRES.ID - Penertiban sempadan jalan yang dilakukan Dedi Mulyadi tidak hanya berfokus pada aspek penataan ruang dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyasar bangunan-bangunan kumuh yang dinilai merusak estetika kawasan serta berpotensi menimbulkan kesan semrawut bagi lingkungan sekitar.

Langkah ini dinilai penting karena keberadaan bangunan tak terurus di sepanjang jalur publik sering kali menimbulkan kesan negatif, baik bagi warga setempat maupun pengguna jalan yang melintas.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah sebuah bangunan tua tak terawat di tikungan jalan yang oleh warga setempat kerap dijuluki sebagai “rumah hantu” karena kondisi fisiknya yang rusak, kosong, dan terlihat menyeramkan, terutama saat malam hari.

Dalam tayangan yang diunggah melalui kanal YouTube Dedi Mulyadi, ia menegaskan pentingnya penataan kawasan secara menyeluruh agar lingkungan menjadi lebih rapi, aman, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik.

Ia pun mengusulkan agar bangunan-bangunan terbengkalai tersebut dibongkar, kemudian lahannya ditata ulang sesuai peruntukan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya sebatas penertiban, Dedi juga menyarankan agar lahan hasil penataan itu dijadikan sebagai aset desa sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara kolektif dan transparan.

Dengan demikian, lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara produktif, misalnya untuk ruang terbuka hijau, fasilitas umum, atau kegiatan ekonomi warga yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus memperindah wajah kawasan.

“Dibongkar dulu, dirapihkan. Nanti dibangun ulang, bentuknya diseragamkan. Jadi aset desa,” ujar Dedi Mulyadi mengutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi.

Ia juga menekankan bahwa warga yang terdampak penertiban tidak boleh dirugikan. Para pedagang, kata Dedi, akan didata ulang dan diberikan bantuan uang sebagai bekal selama masa penataan.

“Yang dagang dibere jutaan, disuruh istirahat dulu di rumah. Setelah itu kita bangun lagi yang rapi,” jelasnya.

Menurut Dedi, penataan kawasan justru akan membuat aktivitas ekonomi warga semakin hidup. Warung-warung yang tertata rapi dan mundur dari badan jalan dinilai lebih aman dan menarik bagi pengunjung.

“Kalau rapi, orang dagang juga rame. Jalannya aman, lingkungannya enak dilihat,” tuturnya.

Penataan ini diharapkan menjadi contoh penertiban yang tidak hanya tegas, tetapi juga berorientasi pada solusi dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle50 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline18 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu