DPRD Jawa Barat Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat di Tengah Cuaca Ekstrem

PASUNDANEKSPRES.ID - Pola hidup sehat saat kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat menjadi perhatian serius.
Perubahan suhu yang tidak menentu, hujan deras, panas terik, hingga angin kencang dinilai dapat berdampak pada kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Andhika Surya Gumilar, mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat agar tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.
Menurut Andhika, cuaca ekstrem sering kali memicu menurunnya daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang penyakit seperti flu, demam, batuk, infeksi saluran pernapasan, diare, hingga penyakit kulit.
Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan harus ditingkatkan di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
“Cuaca ekstrem harus disikapi dengan kesiapan tubuh yang baik. Masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat agar tetap kuat dan tidak mudah terserang penyakit,” ucap Andhika Pada jumat (24/4/2026).
Andhika juga menjelaskan, pola hidup sehat bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, tidur cukup, rutin berolahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurutnya, masyarakat juga perlu menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca.
Saat hujan deras, warga diminta berhati-hati saat bepergian dan menjaga tubuh tetap hangat.
Sementara saat panas terik, masyarakat disarankan menghindari paparan matahari berlebihan dan memastikan tubuh tetap terhidrasi.
“Jangan abaikan kebutuhan istirahat dan asupan gizi. Tubuh yang sehat akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca,” katanya.
Edukasi Pola Hidup Sehat
Andhika juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas kesehatan, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk terus menggencarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Andhika menilai sosialisasi mengenai pencegahan penyakit, pentingnya kebersihan lingkungan, serta penanganan awal ketika sakit harus terus dilakukan, terutama di wilayah padat penduduk dan daerah rawan banjir atau genangan air.
Selain itu, Andhika mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengganggu, seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, atau kelelahan berlebihan.
“Kalau ada gejala yang berlarut-larut, jangan menunda berobat. Penanganan cepat sangat penting agar kondisi tidak semakin parah,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan saluran air, menguras tempat penampungan air, dan menghindari genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
Andhika berharap masyarakat Jawa Barat semakin sadar bahwa kesehatan adalah investasi penting, terlebih di tengah ancaman cuaca ekstrem yang dapat datang sewaktu-waktu.
“Dengan pola hidup sehat, kita bukan hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkas Andhika Surya Gumilar.(hdi)
