Intip Manfaat Program Desa BRIliaN di Desa Wantilan, Sekaligus Sosialisasi Tabungan UMI Untuk Member Bank Sampah

SUBANG-Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi desa dan memperluas akses keuangan inklusif, Bank BRI melalui Program Desa BRIliaN menjalin kolaborasi dengan Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Subang.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi tabungan UMi (Ultra Mikro) khusus untuk member Bank Sampah BumDes Jawara Wantilan yang berlangsung di Aula Desa Wantilan, Selasa (15/7/2025).
Program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan pengelola desa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan pengelola bank sampah.
Desa Wantilan dipilih karena memiliki inisiatif aktif dalam pengelolaan sampah melalui sistem bank sampah yang sudah berjalan dan terstruktur.
Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Subang, Supandi Alfaris, mengungkapkan bahwa program Desa BRIliaN tidak hanya fokus pada literasi keuangan, tetapi juga pada penguatan kelembagaan desa yang berkelanjutan.
“Kami melihat potensi besar di Desa Wantilan, terutama dengan adanya bank sampah yang dapat dikelola lebih produktif, sehingga kami hadir melalui program ini untuk mendukung transformasi digital dan finansial desa,” ungkapnya.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi produk Tabungan UMi dari BRI.
Produk ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro dan komunitas seperti bank sampah agar dapat menabung dan mengakses layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Dalam kegiatan hari ini, sudah ada 30 member Bank Sampah BumDes Jawara Desa Wantilan yang telah resmi membuka rekening Tabungan UMi BRI. Ini awal yang baik,” terang Supandi, Kapada Pasundan Ekspres.
Dia juga menambahkan bahwa pihaknya menargetkan hingga 100 anggota bank sampah di desa tersebut akan menjadi nasabah Tabungan UMi.

Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Subang-Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Subang, Supandi Alfaris, saat memberika buku Tabungan UMI BRI kepada Member Bank Sampah BUMDes Jawara Desa Wantilan. ZAENAL ABIDIN PASUNDAN EKSPRES
Melalui tabungan ini, para anggota bank sampah diharapkan bisa lebih mudah mengelola keuangan, baik dalam bentuk hasil penjualan sampah daur ulang maupun untuk pengembangan usaha mikro yang mungkin mereka jalankan.
Supandi menegaskan, bahwa Program Desa BRIliaN akan terus diperluas di wilayah Kabupaten Subang sebagai bagian dari strategi nasional untuk menciptakan desa tangguh dan mandiri.
Melalui sinergi dengan perangkat desa dan masyarakat, BRI berharap keberlanjutan program ini bisa dirasakan secara langsung oleh warga desa.
Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan pendampingan pembuatan rekening oleh petugas BRI. Langkah ini untuk memastikan semua peserta memahami manfaat serta cara penggunaan Tabungan UMi secara optimal.
Sementara itu, Kepala Desa Wantilan, Komarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan kerjasama dengan Bank BRI dalam bidang pembukaan rekening UMI untuk menjaring nasabah-nasabah Bank Sampah.
"Ya sekarang baru ada 30 member Bank Sampah BRI tabungan UMI, kemungkinan nanti secara bertahap unit Bank sampah itu akan disarankan seluruh member di unit Bank sampah masing-masing itu menjadi nasabah Bank BRI untuk keamanan penyimpanan uang hasil tabungan sampah itu sendiri," ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, BRI dan Desa Wantilan berhasil menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sistem ekonomi berbasis masyarakat yang inklusif dan ramah lingkungan.
"Diharapkan, langkah ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Subang dalam membangun desa yang lebih maju dan berdaya saing," pungkas Manager Bisnis Mikro Bank BRI.(adv/znl)
