Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kang Dedi Mulyadi Dorong Standarisasi Bantuan Desa & Transparansi Anggaran Jabar

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|10:37 WIB
Bagikan:
Kang Dedi Mulyadi Dorong Standarisasi Bantuan Desa & Transparansi Anggaran Jabar
Kang Dedi Mulyadi Dorong Standarisasi Bantuan Desa & Transparansi Anggaran Jabar (Sumber Foto Youtube Kang Dedi Mulyadi)

PASUNDAN EKSPRES- Dalam salah satu episode terbaru podcastnya, Kang Dedi Mulyadi membahas tentang pentingnya pengelolaan dana desa yang lebih transparan dan terstandarisasi.

Ia menyoroti bahwa saat ini terdapat sekitar 130 desa yang menerima bantuan, namun sistem pembagian dana masih perlu diperbaiki agar lebih proporsional sesuai dengan jumlah penduduk dan luas wilayah desa.

Kang Dedi menegaskan bahwa tidak semua desa bisa mendapatkan bantuan dalam jumlah yang sama.

"Ke depan, saya ingin memastikan bahwa bantuan desa memiliki standarisasi yang lebih adil. Tidak bisa semua desa mendapatkan jumlah yang sama tanpa mempertimbangkan jumlah penduduk dan luas wilayahnya," ujar Kang Dedi.

Ia juga menekankan bahwa skema bantuan harus lebih rinci agar setiap desa mendapatkan dana sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan demikian, pemerataan pembangunan desa di Jawa Barat bisa lebih terukur dan tepat sasaran.

Sebagai bahan pertimbangan, Kang Dedi juga membandingkan kondisi desa di Jawa Barat dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah.

Beberapa desa dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat juga disebutkan, seperti:

1. Desa Bojongkoneng, Bogor (±14.165 jiwa pada 2022)

2. Desa Tambun Selatan, Bekasi

3. Desa Duren, Karawang

Ia mempertanyakan apakah ada desa di Jawa Barat yang memiliki lebih dari 100.000 jiwa.

"Kita perlu memastikan data ini akurat agar kebijakan yang dibuat benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan," katanya.

Selain itu, Kang Dedi juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem informasi.

"Sistem IT kita harus segera dibenahi. Nanti kalau pencarian di Google kita bisa tahu mana desa paling kaya di Jabar, desa paling miskin, desa paling luas, desa paling kecil," ungkapnya.

Selain desa, Kang Dedi menyoroti bahwa kelurahan sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan desa dalam hal alokasi anggaran dan bantuan.

Padahal, banyak masyarakat di kelurahan yang juga mengeluhkan persoalan infrastruktur seperti jalan lingkungan dan sanitasi.

"Nah, sekarang gini, jika sudah kan, ada nggak sih kewajiban setiap tahun yang perlu kita bayarkan?" tanyanya, mengajak diskusi tentang tanggung jawab masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan dana publik.

Baru kali ini masyarakat Jawa Barat bisa mengetahui secara rinci bagaimana anggaran provinsi dikelola.

Sebelumnya, masyarakat hanya mengetahui jumlah pajak yang dikumpulkan, namun tidak memiliki akses yang jelas mengenai penggunaan dana tersebut.

Hal ini pun menuai respons dari netizen. "Bereskan semuanya KDM, semoga Jabar Istimewa segera terwujud!" tulis salah satu netizen di kolom komentar YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Bagi yang ingin mendalami lebih lanjut pembahasan ini, kalian bisa menonton langsung podcastnya di YouTube agar lebih memahami arah kebijakan masa depan Jawa Barat.

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline20 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga38 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline57 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu