KDM Sidak ke Perusahaan Angkutan Air Mineral, Kelebihan Tonase Muatan jadi Sorotan

PASUNDANEKSPRES.ID - Belum lama ini KDM sidak ke perusahaan angkutan air mineral, di sana dia terhenyak pada kenyataan jika berat muatan harusnya 5 ton, namun beberapa mobil pengangkut air mineral yang lalu lalang di jalan provinsi malah mengangkut muatan dengan berat 13 ton.
Hal tersebut terungkap dalam sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke salah satu perusahaan pengangkut air mineral di Subang, yang ditayangkan di akun instagram pribadinya pada Selasa 21 Oktober 2025.
Dalam caption unggahannya, KDM-sapaan akrab Gubernur Jabar, menulis ungkapan satir dengan kata bikin geleng-geleng.
“Saat pemerintah getol bangun jalan tapi tonase muatan kendaraan bikin geleng-geleng. Ditambah, upah si aki (supir) yang juga bikin geleng-geleng banget,” tulisnya.
Sebelumnya diketahui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan seluruh jalan di Jawa Barat akan mulus dan berkualitas pada tahun 2027 guna mendukung akselerasi ekonomi, sesuai dengan visi Jabar Istimewa yang mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Dedi mengatakan melalui program "Jabar Istimewa Jalan Leucir", Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran Rp2,4 triliun untuk percepatan perbaikan dan pembangunan jalan, naik signifikan dari alokasi sebelumnya Rp600 miliar, guna mendukung akselerasi ekonomi.
"Target saya, pada 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, baik jalan nasional, tol, provinsi, kabupaten, maupun desa terhubung dengan baik dan dalam kondisi mulus. Hal ini akan mendorong sirkulasi dan pertumbuhan ekonomi," kata Dedi dalam keterangannya di Bandung, Rabu.
Sebagai langkah pendukung, Pemdaprov Jabar menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penanganan Permasalahan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dengan Kejaksaan Tinggi Jabar pada Selasa (15/4) lalu.
Menurutnya, pendampingan hukum dari kejaksaan menjadi jaminan agar pembangunan infrastruktur berjalan sesuai aturan.
