Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Motor Pelajar Dilarang, Jalan ke Sekolah Jadi Taruhan? Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Disorot Tajam

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:50 WIB
Bagikan:
Motor Pelajar Dilarang, Jalan ke Sekolah Jadi Taruhan? Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Disorot Tajam
Motor Pelajar Dilarang, Jalan ke Sekolah Jadi Taruhan? Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Disorot Tajam. - Subang.info

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membatasi penggunaan sepeda motor bagi pelajar memantik gelombang perdebatan luas. Aturan yang diklaim bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas ini justru memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat: apakah pelajar di Jawa Barat benar-benar siap berangkat sekolah tanpa kendaraan pribadi?

Langkah tersebut dinilai mulia dari sisi keselamatan, namun belum sepenuhnya matang dari aspek kesiapan infrastruktur. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut kebijakan ini sebagai terobosan progresif, tetapi mengingatkan adanya risiko besar bila diterapkan tanpa solusi konkret di lapangan.

Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa pembatasan sepeda motor memang ideal secara konsep, namun bisa berbalik menjadi masalah sosial jika tidak diimbangi transportasi publik yang layak.

“Masalahnya bukan sekadar melarang motor, tapi apakah negara sudah menyediakan alternatif yang aman, terjangkau, dan mudah diakses,” ujarnya.

Daerah Minim Angkutan, Motor Jadi Andalan

Djoko menyoroti sejumlah wilayah seperti Purwakarta, Subang, Sukabumi, Garut hingga Cianjur yang hingga kini masih kekurangan angkutan umum memadai. Di daerah-daerah tersebut, sepeda motor bukan lagi pilihan, melainkan satu-satunya alat mobilitas bagi pelajar yang harus menempuh jarak sekolah cukup jauh.

Kondisi ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Dari total 17,03 juta kendaraan bermotor di Jawa Barat, sebanyak 14,12 juta di antaranya merupakan sepeda motor. Angka ini menunjukkan betapa motor telah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, termasuk pelajar dan keluarga mereka.

Suara Netizen Menggema

Di media sosial, kebijakan ini menuai beragam reaksi. Sejumlah warganet menilai pemerintah terlalu fokus pada pelarangan tanpa menyentuh akar persoalan.

Akun lkmnbejo menulis:

“Bagaimana bisa terbendung jumlah kepemilikan sepeda motor kalau penjualnya tidak dibatasi? Jangan selalu menyalahkan rakyat, pengusaha juga harus diatur.”

Sementara akun dekimmy_ mempertanyakan solusi realistis di lapangan:

“Masih ada angkot, ojek online, atau diantar orang tua. Tapi kalau sekolah jauh dan orang tua tidak ada, bagaimana anak berangkat sekolah?”

Niat Baik, Tantangan Besar

Di tengah niat menekan angka kecelakaan lalu lintas usia sekolah, kebijakan pembatasan motor pelajar ini menyisakan tanda tanya besar. Tanpa percepatan pembangunan transportasi umum yang merata dan terjangkau, larangan tersebut dikhawatirkan justru menjadi beban baru bagi pelajar dan orang tua.

Publik kini menunggu langkah lanjutan pemerintah: apakah kebijakan ini akan dibarengi solusi nyata, atau justru berhenti pada larangan semata?

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle5 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle6 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline6 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat10 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga13 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional14 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional14 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat14 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline14 jam lalu