Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Berobat, Dedi Mulyadi Bakal Menanggung BPJS PBI yang Nonaktif

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:43 WIB
Bagikan:
Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Berobat, Dedi Mulyadi Bakal Menanggung BPJS PBI yang Nonaktif
Pastikan Pasien Cuci Darah Tetap Berobat, Dedi Mulyadi Bakal Menanggung BPJS PBI yang Nonaktif

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait kasus pasien cuci darah dan penderita penyakit lain yang terhambat berobat akibat kartu BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan tanpa adanya pemberitahuan. Ia menegaskan Pemprov Jawa Barat akan melakukan pendataan masyarakat kurang mampu untuk diberikan bantuan.

"Hari ini banyak sekali penderitaan yang dialami mereka yang memiliki penyakit kanker harus kemoterapi, thalasemia harus transfusi darah, gagal ginjal harus cuci darah, mereka menghadapi masalah karena kepesertaannya dicoret oleh Kementerian Sosial sehingga rumah sakit tak mau melayani," ucap dia.

Dalam kondisi tersebut, ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengambil langkah dengan mengidentifikasi serta mendata seluruh warga tidak mampu di Jawa Barat yang memiliki riwayat penyakit tersebut. Pemprov Jabar memastikan biaya BPJS Kesehatan akan ditanggung.

"Untuk jaminan kesehatan BPJS-nya dibayarkan oleh Pemprov Jabar," kata dia.

Ia mengajak seluruh pihak untuk saling bergandengan tangan dan tetap menjaga kesehatan diri. Menurutnya, bagi masyarakat yang memiliki kemampuan, penting untuk mengasuransikan kesehatan agar tersedia jaminan pengobatan saat menghadapi kondisi sulit.

Sebelumnya, Komunitas Pasien Cuci Darah Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JK bagi pasien cuci darah telah menghambat akses mereka terhadap layanan pengobatan. Sejumlah pasien bahkan mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas, hingga terpaksa mencari dana pinjaman untuk berobat.

Koordinator Komunitas Pasien Cuci Darah Jawa Barat, Rini YS, menyebutkan jumlah anggota komunitas mencapai sekitar 150 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 pasien mengeluhkan status kartu BPJS Kesehatan PBI yang dinonaktifkan.

"Kemarin sekitar 24 anggota itu mengeluhkan PBInya diputus," ucap dia dikutip Sabtu (7/2/2026).

Ia menyebutkan sejumlah pasien sempat mengalami gangguan pernapasan akibat terhambatnya akses pengobatan cuci darah. Rini pun menyarankan pasien yang mengalami sesak napas agar terlebih dahulu mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Selain itu, ada pula anggota yang terpaksa mencari pinjaman dana guna sementara mengaktifkan kepesertaan BPJS Mandiri.

"Iya betul (menghambat) malah sudah ada yang sesak. Ada dana dari mana mengaktifkan dulu ke mandiri," kata dia.

Ia menuturkan sebagian besar pasien cuci darah peserta BPJS Kesehatan PBI berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu. Sementara itu, banyak pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri mengalami tunggakan iuran akibat keterbatasan ekonomi.

"Sambil proses bisa balik ke PBI, buat ongkos saja mikir mereka. Mereka bayar BPJS mandiri dulu. Ada juga dia terdaftar umum dan PBI, dua itu mereka juga kalau dua itu ada tunggakan di umum itu. Pbinya tetap berjalan," kata dia.

Ia menyampaikan bahwa 24 pasien cuci darah yang kepesertaan PBI-nya dinonaktifkan berasal dari berbagai kelompok usia. Rini menilai, apabila PBI diaktifkan kembali, proses tersebut relatif menyulitkan pasien cuci darah karena harus melalui antrean, terutama bagi pasien lanjut usia.

"Ada yang belum (urus aktivasi), ada yang masih diurus ngurus SKTM surat keterangan tidak mampu ke RT RW proses berjenjang," ungkap dia.

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang22 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle35 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle54 menit lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang1 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline1 jam lalu