Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perajin Tahu di Purwakarta Dihantam Gelombang Kenaikan Harga Kedelai Impor

E
EgiEditor: Egi
|19:15 WIB
Bagikan:
Perajin Tahu di Purwakarta Dihantam Gelombang Kenaikan Harga Kedelai Impor
Para perajin tahu di Kabupaten Purwakarta tengah dihantam gelombang kenaikan harga bahan baku, khususnya harga kedelai impor yang kian melonjak.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Para perajin tahu di Kabupaten Purwakarta tengah dihantam gelombang kenaikan harga bahan baku, khususnya harga kedelai impor yang kian melonjak.

Haji Adis, salah satu perajin tahu di Kelurahan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta mengatakan, harga kedelai kini menembus angka Rp1 juta per kwintal, naik dari sebelumnya yang hanya Rp850 ribu. 

Kondisi tersebut, kata dia, membuat dirinya dan para perajin tahu lainnya kelimpungan dan harus memutar otak agar tetap bisa bertahan di tengah himpitan biaya produksi.

"Sebagian besar perajin tahu terpaksa memangkas kapasitas produksi hingga 50 persen," kata Haji Adis kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (21/4). 

Meski tekanan ekonomi ini semakin berat, kata dia, namun semangat untuk tetap bertahan belum padam. Buktinya para perajin tahu di Purwakarta masih terus berproduksi dengan segala keterbatasannya.

"Sebenarnya, bukan hanya kedelai yang mengalami lonjakan harga, tapi juga bahan baku penunjang lainnya seperti kunyit dan garam pun ikut naik," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kunyit yang biasa digunakan sebagai pewarna alami, kini harganya melonjak dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

“Di sisi lain, kami tidak mengubah ukuran tahu menjadi lebih kecil, tapi kalau harga bahan baku terus naik, terpaksa harga jual juga ikut naik,” ucap Haji Adis.

Tak hanya mahalnya bahan baku, lanjutnya, para perajin juga dihadapkan pada lesunya permintaan pasar, yang menambah beban berat dalam menjalankan usaha.

"Para perajin tahu berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar roda usaha tahu dan tempe sebagai makanan rakyat ini bisa terus berputar, dan tidak mati di tengah jalan," katanya.

Haji Adis berharap ada langkah dari pemerintah terkait kenaikan bahan baku ini. "Sehingga, kami juga menjual lebih banyak tahu dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.(add)

Berita Terbaru

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline22 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle25 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu