Sejarah Bandung Lautan Api: Dulu Hangus Terbakar, Kini Bandung Bersinar

PASUNDANEKSPRES.ID – Tahun 2026 menandai 80 tahun peristiwa bersejarah yang terjadi di . Peristiwa ini bukan sekadar catatan kelam, tetapi juga simbol perjuangan dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kala itu, situasi di Bandung memanas setelah kedatangan Sekutu pasca menyerahnya Jepang pada Agustus 1945. Bersama mereka, hadir pula yang berupaya menguasai kembali Indonesia. Ketegangan pun tak terhindarkan antara pasukan Republik dan pihak Sekutu.
Pada akhir 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatum agar pasukan Indonesia meninggalkan Bandung Utara. Kota pun terbelah utara dikuasai Sekutu, sementara selatan tetap berada di tangan Republik. Namun, situasi semakin genting ketika pada Maret 1946, ultimatum baru memaksa seluruh kekuatan Republik untuk angkat kaki dari Bandung Selatan.
Alih-alih menyerah, para pemimpin militer Republik memilih strategi bumi hangus. Malam 23 Maret 1946 menjadi saksi keputusan besar itu bangunan dan fasilitas strategis dibakar oleh pasukan dan warga sebelum mereka meninggalkan kota. Api berkobar hebat, melahap Bandung Selatan hingga langit berubah merah menyala. Sejak saat itulah, peristiwa tersebut dikenal sebagai Bandung Lautan Api.
Salah satu aksi heroik datang dari yang meledakkan gudang amunisi milik Sekutu. Tindakan itu menjadi simbol keberanian tanpa pamrih demi tanah air.
Akibat peristiwa ini, sebagian besar wilayah Bandung Selatan luluh lantak, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke daerah sekitar. Namun di balik kehancuran, tersimpan semangat juang yang tak pernah padam.
Kini, 80 tahun berlalu. Bandung tak lagi menjadi lautan api, melainkan “lautan biru” simbol kedamaian, persatuan, dan harapan masa depan. Dari kobaran api perjuangan, lahir generasi yang menikmati kemerdekaan dan terus menjaga warisan sejarah bangsa.
Dulu lautan api, sekarang lautan damai. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa.
