Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Bandung Lautan Api: Dulu Hangus Terbakar, Kini Bandung Bersinar

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|20:52 WIB
Bagikan:
Sejarah Bandung Lautan Api: Dulu Hangus Terbakar, Kini Bandung Bersinar
Ilustrasi Bandung Lautan Api

PASUNDANEKSPRES.ID – Tahun 2026 menandai 80 tahun peristiwa bersejarah yang terjadi di . Peristiwa ini bukan sekadar catatan kelam, tetapi juga simbol perjuangan dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kala itu, situasi di Bandung memanas setelah kedatangan Sekutu pasca menyerahnya Jepang pada Agustus 1945. Bersama mereka, hadir pula yang berupaya menguasai kembali Indonesia. Ketegangan pun tak terhindarkan antara pasukan Republik dan pihak Sekutu.

Pada akhir 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatum agar pasukan Indonesia meninggalkan Bandung Utara. Kota pun terbelah utara dikuasai Sekutu, sementara selatan tetap berada di tangan Republik. Namun, situasi semakin genting ketika pada Maret 1946, ultimatum baru memaksa seluruh kekuatan Republik untuk angkat kaki dari Bandung Selatan.

Alih-alih menyerah, para pemimpin militer Republik memilih strategi bumi hangus. Malam 23 Maret 1946 menjadi saksi keputusan besar itu bangunan dan fasilitas strategis dibakar oleh pasukan dan warga sebelum mereka meninggalkan kota. Api berkobar hebat, melahap Bandung Selatan hingga langit berubah merah menyala. Sejak saat itulah, peristiwa tersebut dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

Salah satu aksi heroik datang dari yang meledakkan gudang amunisi milik Sekutu. Tindakan itu menjadi simbol keberanian tanpa pamrih demi tanah air.

Akibat peristiwa ini, sebagian besar wilayah Bandung Selatan luluh lantak, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke daerah sekitar. Namun di balik kehancuran, tersimpan semangat juang yang tak pernah padam.

Kini, 80 tahun berlalu. Bandung tak lagi menjadi lautan api, melainkan “lautan biru” simbol kedamaian, persatuan, dan harapan masa depan. Dari kobaran api perjuangan, lahir generasi yang menikmati kemerdekaan dan terus menjaga warisan sejarah bangsa.

Dulu lautan api, sekarang lautan damai. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa.

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle15 menit lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline11 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle12 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional14 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional15 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle16 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional17 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline17 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline19 jam lalu