Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Kerajaan di Subang: Tiga Kekuatan Besar di Wilayah Sunda

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:29 WIB
Bagikan:
Sejarah Kerajaan di Subang: Tiga Kekuatan Besar di Wilayah Sunda
Sejarah Kerajaan di Subang: Tiga Kekuatan Besar di Wilayah Sunda (Image From: CSR Kab. Subang - Kabupaten Subang)

PASUNDAN EKSPRES - Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wilayah yang begitu beragam.

Terletak di bagian utara Jawa Barat, Subang berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Karawang di barat.

Ibu kota yang berada di Kecamatan Subang Kota menjadi pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi utama bagi penduduknya. 

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007 yang dilansir dari Wikipedia, wilayah ini terdiri atas 30 kecamatan, yang terbagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan.

Sebelum dikenal dengan nama Subang, wilayah ini dulu disebut sebagai Karawang Timur. 

Penduduk Kabupaten Subang didominasi oleh suku Sunda, yang menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Kerajaan di Subang 

Pada masa kejayaan kerajaan Hindu di Nusantara, wilayah Subang menjadi bagian dari tiga kerajaan besar, yaitu Tarumanagara, Galuh, dan Pajajaran.  

Kerajaan Tarumanagara sendiri merupakan kerajaan tertua kedua di Nusantara setelah Kerajaan Kutai. Kerajaan ini berkuasa di wilayah barat di pulau Jawa pada abad ke-5 sampai abad ke-7 Masehi. Rajadirajaguru Jayasingawarman menjadi pendiri kerjaaan ini. 

Rajadirajaguru ini adalah seorang Maharesi atau Pendeta asal Salankayana, India, yang sedang mengungsi ke Indonesia Kerajaan Magadha yang menjadi kerajaan asalnya tengah ditaklukan.

Beberapa prasasti menjadi simbol sejarah Kerajaan Tarumanagara, seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, Prasasti Kebun Kopi, Prasasti Pasir Awi, hingga Situs Pasir Angin. 

Sementara, Kerajaan Galuh adalah kerajaan Hindu yang terletak di wilayah antara Sungai Citarum (barat) dan Sungai Cisarayu serta Cipamali (timur). Kerajaan ini muncul setelah mundurnya Kerajaan Tarumanegara.

Ketika Maharaja Tarusbawa naik takhta menggantikan Raja Linggawarman, Wretikandayun memanfaatkan momen tersebut untuk memisahkan diri dan mendirikan Kerajaan Galuh.

Tarusbawa menyetujui pemisahan ini, sehingga wilayah Tarumanegara dipecah menjadi dua kerajaan: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, dengan Sungai Citarum sebagai batasnya.

Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Bogor, Jawa Barat.

Kerajaan ini memiliki corak Hindu dan dikenal pula dengan nama Kerajaan Sunda atau Negeri Sunda, sebagaimana tercantum dalam berbagai naskah kuno peninggalan masa lampau.

Diperkirakan, Kerajaan Pajajaran mulai berdiri sejak abad ke-8 dan bertahan hingga abad ke-16 Masehi.

Pendiriannya dipercaya dilakukan oleh seorang tokoh bernama Sri Jayabhupati sekitar tahun 923 M. Seiring waktu, kerajaan ini berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang berpengaruh di wilayah barat Pulau Jawa.

Selama kurun waktu abad ke-7 hingga ke-15, ditemukan pula pecahan keramik asal Cina di daerah Patenggeng (Kalijati), yang menjadi bukti kuat bahwa Subang telah menjadi bagian dari jaringan perdagangan internasional.

Kesaksian dari Tome' Pires, penjelajah asal Portugis, juga menyebutkan bahwa wilayah sebelah timur Sungai Cimanuk hingga Banten merupakan bagian dari Kerajaan Sunda.

Hal ini menunjukkan pentingnya posisi strategis Subang di jalur pantai utara Jawa sebagai penghubung perdagangan dan kekuasaan kerajaan-kerajaan besar di Jawa Barat.

Masa Kolonial dan Perkebunan di Subang 

Setelah Kerajaan Pajajaran runtuh, Subang menjadi wilayah perebutan berbagai kekuatan, termasuk Banten, Mataram, Sumedanglarang, VOC, Inggris, dan Belanda. Letaknya yang strategis menjadikannya jalur penting militer dan logistik.

Pada 1771, Subang dikuasai Sumedanglarang dan dipimpin bupati turun-temurun. Era Raffles (1811–1816) membuka konsesi lahan kepada swasta Eropa, yang kemudian melahirkan perusahaan perkebunan besar Pamanoekan en Tjiasemlanden (1812) seluas 212.900 hektar.

Di masa Belanda, Subang masuk sistem distrik dan onderdistrik, dipimpin langsung oleh kontrolir Binnenlands Bestuur yang berkedudukan di Subang Kota.

Kini, Kabupaten Subang berkembang menjadi daerah yang penting dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Subang telah menarik banyak perhatian, dari mulai sektor pertanian, perkebungan, industri, dan pariwisata, hingga adanya pengembangan kawasan industri dan proyek strategis nasional, seperti Pelabuhan Patimban di wilayah utara Subang. 

(ipa)

Berita Terbaru

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional6 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline6 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline10 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle12 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle14 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional14 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle14 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline15 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline15 jam lalu