Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

5 Penyebab sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Sehat-Sehat Mental!

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|14:45 WIB
Bagikan:
5 Penyebab sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Sehat-Sehat Mental!
5 Penyebab sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Sehat-Sehat Mental! (Image From: Pexels/Vlada Karpovich)

PASUNDAN EKSPRES - Penyebab sering membandingkan diri dengan orang lain. Membandingkan diri dengan orang lain adalah kecenderungan alami dalam kehidupan manusia.

Meski terkesan sepele, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, rasa percaya diri, dan kualitas hidup seseorang.

Banyak orang pernah terjebak dalam perasaan tidak cukup baik, tidak cukup sukses, atau tidak cukup menarik, semua karena mereka terlalu sering mengukur diri berdasarkan standar yang dimiliki orang lain.

Tapi, di balik kebiasaan membandingkan diri ini, ada berbagai penyebab mendasar yang bisa menjadi pemicu. Memahami penyebab ini adalah langkah awal untuk mengatasi perasaan tidak puas dan mulai mencintai diri sendiri.

Yuk, kita simak beberapa penyebab sering membandingkan diri dengan orang lain. 

Penyebab sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai penyebab seseorang membandingkan diri dengan orang lain.

1. Lingkungan Sosial yang Kompetitif

Salah satu penyebab paling umum adalah tekanan dari lingkungan sosial. Kita hidup di masyarakat yang sangat kompetitif, di mana kesuksesan sering kali diukur dari pencapaian materi, jabatan, atau popularitas.

Di sekolah, kita diajarkan untuk bersaing; di tempat kerja, kita didorong untuk menjadi yang terbaik; dan di media sosial, kita dihadapkan pada pencitraan hidup sempurna dari orang lain.

Hal ini diperparah oleh budaya media sosial yang hanya menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang, seperti foto liburan mewah, pencapaian karier, penampilan fisik yang menarik, dan sebagainya.

Dalam situasi ini, membandingkan diri menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Kita lupa bahwa setiap orang menghadapi tantangan dalam hidup yang tidak selalu ditunjukkan ke publik.

Psychology Today menyebutkan bahwa media sosial dapat memperkuat perbandingan sosial dan berkontribusi pada rendahnya kepuasan diri. 

2. Minimnya Kepuasan Diri dan Rasa Percaya Diri

Jika kamu merasa kurang puas dengan dirimu sendiri, maka kamu akan cenderung membandingkan dirimu dengan orang lain.

Ketidakpuasan ini bisa bersumber dari berbagai hal, seperti gagal memenuhi ekspektasi pribadi, tidak mencapai tujuan hidup, atau merasa tidak cukup dihargai oleh lingkungan.

Kurangnya kepercayaan diri membuat seseorang merasa bahwa nilai dirinya tergantung pada pencapaian atau pengakuan eksternal.

Akibatnya, ia terus-menerus mengamati dan mengukur dirinya berdasarkan apa yang dimiliki atau dicapai orang lain.

Menurut Verywell Mind, orang dengan harga diri rendah lebih rentan melakukan perbandingan sosial karena mereka mencari validasi dari luar untuk meningkatkan perasaan diri. 

3. Keinginan Memenuhi Ekspektasi Sosial

Banyak orang membandingkan diri karena merasa harus memenuhi harapan orang tua, pasangan, teman, atau bahkan masyarakat.

Mereka ingin terlihat sukses, bahagia, dan ideal di mata orang lain. Tak jarang, ini membuat mereka merasa gagal bila hidup mereka tampak 'kurang' dibandingkan orang lain.

Rasa takut akan penilaian negatif atau takut ditolak membuat seseorang berusaha 'menyamai' orang lain yang dianggap lebih unggul. Alih-alih mengejar kehidupan yang sesuai dengan nilai pribadi, mereka justru terjebak dalam perlombaan yang tidak ada ujungnya.

4. Kurangnya Kesadaran Diri

Kesadaran diri yang rendah juga bisa menjadi penyebab utama seseorang membandingkan diri.

Ketika seseorang tidak memahami siapa dirinya sebenarnya, apa nilai-nilainya, kelebihannya, dan tujuannya dalam hidup, ia akan mudah dipengaruhi oleh standar eksternal.

Seseorang yang tidak memiliki identitas diri yang kuat akan mencari arah dan validasi dari luar.

Ia akan cenderung mengukur keberhasilannya berdasarkan standar yang ditetapkan orang lain, bukan dari dalam dirinya sendiri.

Melatih kesadaran diri melalui refleksi, journaling, atau meditasi bisa menjadi cara untuk memahami dan menerima diri dengan lebih baik.

5. Persepsi yang Tidak Akurat terhadap Orang Lain

Kita sering kali salah dalam menilai kehidupan orang lain. Kita hanya melihat potongan yang 'sempurna' dari kehidupan mereka, tanpa mengetahui perjuangan dan masalah yang mereka hadapi. Akibatnya, kita merasa hidup kita lebih buruk dibandingkan mereka.

Padahal, semua orang punya masalahnya masing-masing. Foto-foto bahagia yang dibagikan di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Namun karena tidak mengetahui seluruh cerita, kita membuat penilaian yang tidak akurat, dan membandingkan hidup kita dengan standar yang tidak realistis.

Menurut sebuah studi dari Journal of Social and Clinical Psychology, terlalu banyak menggunakan media sosial dapat meningkatkan perasaan iri hati dan membuat seseorang merasa hidupnya tidak cukup baik. 

Itulah mengenai penyebab sering membandingkan diri dengan orang lain. Membandingkan diri memang wajar, tapi jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa sangat merugikan.

Penting untuk menyadari bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Alih-alih menghabiskan energi untuk membandingkan, lebih baik gunakan waktu dan tenaga itu untuk memperbaiki diri, tumbuh, dan menikmati perjalanan hidupmu sendiri.

(ipa) 

Berita Terbaru

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline17 menit lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline3 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu