Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Abadi Nan Jaya: Film Zombie Lokal dengan Sentuhan Budaya Indonesia

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|05:00 WIB
Bagikan:
Abadi Nan Jaya: Film Zombie Lokal dengan Sentuhan Budaya Indonesia
Abadi Nan Jaya hadir sebagai gebrakan baru perfilman Indonesia di ranah horor-zombie

PASUNDANEKSPRES.ID - Kata zombie mungkin bukan lagi hal asing di telinga masyarakat dunia. Sosok mayat hidup ini telah lama menghiasi berbagai medium hiburan, mulai dari gim, komik, hingga film-film ternama seperti Train to Busan (Korea Selatan) dan The Walking Dead (Amerika Serikat).

Namun, di Indonesia, film bertema zombie masih jarang ditemui. Kini, hadir Abadi Nan Jaya, film produksi Netflix Indonesia yang mencoba menghadirkan kisah zombie dengan sentuhan lokal yang kental.

Disutradarai oleh Kimo Stamboel, film bergenre thriller ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris papan atas seperti Mikha Tambayong, Eva Celia, Donny Damara, Dimas Anggara, Marthino Lio, Ardit Erwandha, Claresta Taufan, Varen Arianda Calief, dan Kiki Narendra.

Abadi Nan Jaya resmi tayang perdana pada Kamis (23/10) di platform Netflix.

Lokalitas Jadi Daya Tarik Utama

Dalam konferensi pers dan gala premiere yang digelar pada Rabu (22/10) di kawasan Jakarta, Kimo Stamboel menegaskan bahwa Abadi Nan Jaya menonjolkan kekuatan lokalitas Indonesia dalam setiap unsur penceritaannya.

“Dalam film ini, virus zombie justru berawal dari jamu — sesuatu yang sangat Indonesia. Latar tempatnya di pedesaan, ada hajatan sunatan, musik dangdut, adzan, petasan, dan hal-hal kecil yang sangat lokal.

Semoga penonton internasional bisa melihat keunikan ini sebagai sesuatu yang berbeda,” ujar Kimo.

Kehadiran elemen budaya yang begitu melekat pada masyarakat Indonesia diharapkan mampu menjadi pembeda dari film-film zombie internasional lainnya.

Riset 6 Bulan Ciptakan Gerakan Zombie Autentik

Tak hanya mengedepankan unsur budaya, sisi teknis Abadi Nan Jaya juga digarap dengan penuh detail. Boby Ari Setiawan, koreografer sekaligus pelatih pemeran zombie, mengungkapkan bahwa dirinya menjalani enam bulan riset sebelum proses produksi dimulai.

Ia melatih setidaknya 200 pemeran zombie untuk menyelaraskan gestur, ekspresi, hingga suara yang menegangkan.

“Tiap gigitan punya efek berbeda. Kalau digigit di tangan atau kaki, maka gerakannya juga berubah. Kami juga melatih teknik vokal dan getaran tubuh tertentu agar tampilannya autentik,” jelasnya.

Upaya tersebut bertujuan agar karakter zombie yang ditampilkan memiliki kualitas dan konsistensi yang memikat secara visual.

Menjadi Zombie Bukan Peran Mudah

Para aktor juga merasakan tantangan berat dalam memerankan sosok zombie. Donny Damara mengaku mengikuti sesi workshop intens guna mendalami peran. “Latihannya cukup melelahkan, tapi saya berharap semua kerja keras ini terbayar lewat hasil film yang memuaskan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dimas Anggara. Meski awalnya menganggap peran ini menyenangkan, ia justru dibuat takjub karena gerakan zombie memerlukan fokus dan energi yang tinggi. “Lebih capek dari yang dibayangkan. Tapi karena penjadwalan syutingnya rapi, kami bisa jaga stamina dengan baik,” tutur Dimas.

Film Zombie dengan Identitas Indonesia yang Kuat

Abadi Nan Jaya hadir sebagai gebrakan baru perfilman Indonesia di ranah horor-zombie. Dengan perpaduan antara gaya sinematik modern dan kekayaan budaya lokal, film ini diharapkan mampu membawa kisah zombie Indonesia ke panggung internasional.

Berita Terbaru

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle29 menit lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle1 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat2 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline14 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta14 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle16 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle17 jam lalu