Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa Itu Ransomware yang Menghantam Pusat Data Nasional

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|23:26 WIB
Bagikan:
Apa Itu Ransomware yang Menghantam Pusat Data Nasional
Apa itu Ransomware yang serang pusat dat nasional. (ilustrasi Freepik @ar_fp)

PasundanEkspres - Ransomware adalah jenis malware yang bisa membuat lumpuh pusat data. Insiden terbaru yang menyebabkan terhentinya layanan keimigrasian Indonesia diakibatkan oleh ransomware bernama Brain Cipher.

Ketua BSSN, Hinsa Siburian, menyatakan bahwa serangan ini terjadi di Pusat Data Nasional Sementara yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Ransomware tersebut merupakan varian baru yang dikembangkan dari LockBit 3.0.

"Kami ingin menyampaikan bahwa insiden di Pusat Data Nasional Sementara ini disebabkan oleh ransomware bernama Brain Cipher. Ransomware ini adalah pengembangan terbaru dari Ransomware LockBit 3.0," ujar Hinsa dalam konferensi pers di Kemenkominfo, Senin (24/6/2024).

Hacker yang melakukan serangan ini meminta tebusan sebesar USD 8 juta atau sekitar Rp 131 miliar. Berdasarkan informasi dari IBM, ransomware adalah jenis malware yang menyandera data atau perangkat sensitif korban, mengancam akan menguncinya atau lebih buruk lagi, kecuali korban membayar uang tebusan.

Pada awal kemunculannya, serangan ransomware hanya meminta tebusan sebagai imbalan atas kunci enkripsi yang diperlukan untuk mendapatkan kembali akses ke data yang terpengaruh atau perangkat yang terinfeksi. Dengan melakukan pencadangan data secara teratur, organisasi dapat mengantisipasi jenis serangan ini dan sering kali menghindari pembayaran tebusan.

Namun, IBM mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware telah berevolusi, meningkatkan risiko secara signifikan. Bahkan korban yang sudah melakukan pencadangan data atau membayar tebusan tetap berisiko.

Hal ini disebabkan oleh ancaman tambahan dari hacker yang menggunakan ransomware. Mereka bisa mencuri data korban dan membocorkannya secara online. Pemerasan lebih lanjut bisa terjadi dengan ancaman penggunaan data yang dicuri untuk menyerang pelanggan atau mitra bisnis korban.

Ransomware adalah malware yang sangat berbahaya. Ini adalah salah satu bentuk perangkat lunak berbahaya yang paling umum, dan serangan ransomware dapat menyebabkan kerugian jutaan dolar bagi organisasi yang terkena dampaknya.

IBM Threat Intelligence Index mencatat bahwa 20% dari seluruh serangan siber pada tahun 2023 melibatkan ransomware. Serangan ini terjadi dengan cepat, dengan hacker memerlukan waktu kurang dari empat hari untuk menyebarkan ransomware setelah mendapatkan akses ke jaringan, memberikan sedikit waktu bagi organisasi untuk mendeteksi dan menggagalkan serangan.

Meskipun korban dan negosiator ransomware jarang mengungkapkan pembayaran tebusan, hacker sering kali meminta tebusan dalam jumlah tujuh atau delapan digit. Pembayaran tebusan hanyalah sebagian dari total biaya yang harus dikeluarkan akibat infeksi ransomware. Menurut laporan Biaya Pelanggaran Data IBM, biaya rata-rata serangan ransomware adalah USD 5,13 juta, belum termasuk pembayaran tebusan.

Meskipun demikian, tim keamanan siber semakin mahir dalam memerangi ransomware. Indeks Intelijen Ancaman X-Force menemukan bahwa infeksi ransomware menurun sebesar 11,5% antara tahun 2022 dan 2023, kemungkinan besar disebabkan oleh perbaikan dalam deteksi dan pencegahan ancaman.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline8 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle9 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang10 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional12 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle13 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional14 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline14 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline16 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle17 jam lalu