Battlefield 6 Laris di Pasar, Pengembangnya Justru Malah Kena PHK

PASUNDANEKSPRES.ID - Meski menyandang predikat sebagai game terlaris pada 2025, Battlefield 6 ternyata tidak mampu sepenuhnya menyelamatkan para pembuatnya. Electronic Arts dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah pengembang yang terlibat dalam pembuatan game tersebut.
Hingga saat ini, jumlah pasti karyawan yang terdampak masih belum dikonfirmasi secara resmi. Namun pihak Electronic Arts selaku penerbit disebut telah memberi tahu para karyawan yang terkena PHK bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian ulang organisasi di berbagai studio yang mengerjakan Battlefield 6.
"Kami telah melakukan beberapa perubahan dalam organisasi Battlefield kami untuk lebih menyelaraskan tim kami dengan hal-hal yang paling penting bagi komunitas kami," kata EA dalam sebuah pernyataan, dilansir Kotaku, Kamis (12/3/2026).
"Battlefield tetap menjadi salah satu prioritas terbesar kami, dan kami terus berinvestasi dalam franchise ini, dipandu oleh umpan balik pemain dan wawasan dari Battlefield Labs," tambahnya.
Battlefield 6 sendiri pertama kali dirilis pada Oktober 2025 dan saat itu langsung melesat menjadi salah satu game terbesar di industri. Popularitasnya bahkan mampu melampaui sejumlah pesaing utama di genre yang sama.
Berdasarkan data dari perusahaan riset pasar Circana, game tembak-tembakan besutan EA ini berhasil mengungguli penjualan Call of Duty: Black Ops 7 sepanjang 2025 dan menjadi game premium terlaris di Amerika Serikat.
Namun sayangnya, kesuksesan tersebut ternyata belum cukup untuk menjamin keamanan pekerjaan para pengembangnya. Sejumlah orang yang terlibat dalam pengembangan game ini tetap harus kehilangan pekerjaannya.
Sebelumnya juga dilaporkan bahwa EA menggelontorkan dana lebih dari USD 400 juta untuk menghadirkan Battlefield 6. Dengan investasi sebesar itu, perusahaan diduga menetapkan ekspektasi yang sangat tinggi terhadap performa game ini di pasar global.
Beberapa pengembang bahkan menyebutkan bahwa EA menargetkan Battlefield 6 mampu menjangkau hingga 100 juta pemain. Target tersebut dianggap sangat ambisius jika melihat rekam jejak seri sebelumnya.
Sebagai perbandingan, Battlefield 1 yang sebelumnya menjadi seri paling sukses dalam franchise ini hanya berhasil mencapai sekitar 30 juta pemain.
Menurut sejumlah pekerja, target yang dipasang oleh EA tersebut terlihat tidak realistis dan nyaris mustahil dicapai dalam waktu singkat. Ekspektasi tinggi inilah yang diduga menjadi salah satu alasan mengapa, meskipun peluncuran game ini terbilang sukses, perusahaan tetap melakukan pengurangan jumlah pekerja.
Selain faktor target pemain yang sangat besar, ada pula kemungkinan faktor lain yang turut memengaruhi keputusan tersebut, yakni adanya kesepakatan besar antara EA dengan pihak Arab Saudi.
