Bergerak Cepat di Tengah Ancaman Balasan, Pemimpin Tertinggi Sementara Iran Ditetapkan

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemimpin Tertinggi Sementara Iran terbaru resmi ditetapkan setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Ayatollah Alireza Arafi kini memimpin sebagai bagian dari dewan kepemimpinan sementara yang mengendalikan pemerintahan Iran di masa transisi.
Penunjukan tersebut diumumkan oleh Dewan Penentu Kebijakan.
AFP melaporkan, Arafi dipilih untuk duduk dalam struktur kepemimpinan sementara yang bertugas menjalankan fungsi kepala negara hingga Majelis Ahli menetapkan pemimpin definitif.
“Dewan Penentu Kebijakan telah memilih Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara,” ujar juru bicara Mohsen Dehnavi dalam pernyataan yang diunggah di X, dikutip Selasa (3/3/2026).
Pemimpin Tertinggi SementaraIran terbaru ini mengambil peran sentral setelah wafatnya Sayyid Ali Hosseini Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989.
Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei memegang otoritas tertinggi atas kebijakan pertahanan, arah diplomasi, serta struktur politik utama Republik Islam Iran.
Negara tersebut kini memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari.
Pemimpin Tertinggi Iran Terbaru Jalankan Mekanisme Konstitusi
Konstitusi Iran mengatur bahwa ketika posisi pemimpin tertinggi kosong, tanggung jawab negara dialihkan kepada dewan yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan seorang ulama senior dari Dewan Penjaga.
Dewan inilah yang kini diketuai Arafi bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Peradilan Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i.
Arafi dikenal sebagai ulama berpengaruh yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan sebelumnya.
Ia menjabat wakil ketua Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 orang yang memiliki kewenangan memilih dan memberhentikan pemimpin tertinggi.
Ia juga pernah duduk di Dewan Penjaga, institusi penting yang menilai calon pejabat dan mengawasi legislasi.
Penetapan Pemimpin Tertinggi Iran terbaru dalam struktur sementara memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Majelis Ahli tetap memegang mandat konstitusional untuk menentukan pemimpin definitif dalam waktu yang ditentukan.
Penunjukan Pemimpin Tertinggi Iran terbaru lewat dewan sementara menandai fase penting dalam politik Iran.
Struktur konstitusional dijalankan untuk menjaga stabilitas pemerintahan sembari menunggu keputusan akhir Majelis Ahli terkait kepemimpinan permanen.
(pm)
