Cara Membayar Fidyah Puasa: Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami

PASUNDANEKSPRES.ID - Begini cara membayar fidyah puasa. Fidyah merupakan bentuk pengganti ibadah puasa bagi orang-orang yang tidak mampu menjalankannya karena kondisi tertentu.
Secara bahasa, fidyah berasal dari kata “fadaa” yang berarti menebus atau mengganti. Dalam ajaran Islam, kewajiban ini diberikan sebagai solusi bagi mereka yang tidak bisa berpuasa tanpa harus menggantinya di hari lain.
Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 184, yang menyebutkan bahwa orang yang tidak mampu berpuasa wajib menggantinya dengan memberi makan kepada orang miskin.
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa harus membayar fidyah. Ada beberapa kategori yang diperbolehkan, yaitu:
- Lansia yang sudah tidak kuat berpuasa
- Orang dengan penyakit berat dan kecil kemungkinan sembuh
- Ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kondisi diri atau bayinya (atas anjuran medis)
Bagi mereka, fidyah menjadi kewajiban sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.
Bentuk dan Cara Membayar Fidyah Puasa
Fidyah dapat diberikan dalam dua bentuk, yaitu makanan atau uang.
1. Dalam Bentuk Makanan
Cara paling umum adalah memberikan makanan kepada fakir miskin. Bentuknya bisa berupa:
- Makanan siap saji (langsung dimakan)
- Bahan makanan pokok seperti beras
Setiap satu hari puasa yang ditinggalkan setara dengan satu porsi makanan untuk satu orang.
2. Dalam Bentuk Uang
Selain makanan, fidyah juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang. Berdasarkan ketetapan resmi pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), nilai fidyah tahun 2026 ditetapkan sebesar:
- Rp65.000 per orang per hari puasa yang ditinggalkan
Pembayaran ini nantinya akan disalurkan kepada pihak yang berhak (mustahik) agar tepat sasaran.
Perhitungan Fidyah Berdasarkan Takaran
Ada beberapa pendapat ulama terkait takaran fidyah dalam bentuk bahan makanan:
- Pendapat pertama: 1 mud (sekitar 0,75 kg beras)
- Pendapat kedua: 2 mud atau setara 1,5 kg beras
Perbedaan ini bisa disesuaikan dengan keyakinan atau mazhab yang dianut.
Contoh Perhitungan Fidyah
Misalnya, seseorang tidak berpuasa selama 30 hari:
- Jika menggunakan makanan: Menyiapkan 30 porsi makanan untuk 30 orang
- Jika menggunakan beras (1,5 kg per hari): 30 hari × 1,5 kg = 45 kg beras
- Jika menggunakan uang: 30 hari × Rp65.000 = Rp1.950.000
Fidyah bisa diberikan sekaligus atau bertahap sesuai kemampuan.
Waktu yang Tepat Membayar Fidyah
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dalam beberapa waktu berikut:
- Selama bulan Ramadan (dibayar per hari)
- Sekaligus di akhir Ramadan
- Setelah Ramadan berakhir
Yang terpenting, fidyah dibayarkan setelah jumlah hari puasa yang ditinggalkan sudah diketahui.
Itulah mengenai cara membayar fidyah puasa. Fidyah adalah bentuk keringanan sekaligus tanggung jawab bagi umat Muslim yang tidak mampu berpuasa.
Jika kamu bisa memahami cara menghitung dan menyalurkannya, ibadah tetap bisa dijalankan dengan baik meski dalam kondisi terbatas.
(ipa)
