Citra Satelit Ungkap Dugaan Serangan Baru ke Fasilitas Nuklir Iran di Natanz

PASUNDANEKSPRES.ID - Citra satelit komersial terbaru mengindikasikan adanya serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz. Temuan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah dimulainya operasi udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Lembaga riset independen, Institute for Science and International Security dalam laporan Reuters pada Senin (2/3) menyatakan bahwa gambar yang dihasilkan perusahaan teknologi satelit Vantor berbasis di Colorado menunjukkan dua titik serangan yang mengarah ke akses fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Natanz.
Fasilitas tersebut sebelumnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan Amerika Serikat pada Juni lalu.
Pendiri lembaga tersebut, David Albright, yang juga mantan inspektur nuklir PBB, menyampaikan bahwa berdasarkan peninjauan citra satelit oleh timnya, serangan kemungkinan terjadi antara Minggu sore hingga Senin pagi waktu setempat.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah serangan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat atau Israel. Kompleks Natanz sendiri merupakan salah satu pusat utama dalam program nuklir Iran.
Albright juga menyebut analis geospasial asal Israel, Ben Tzion Macales, sebagai pihak pertama yang mengidentifikasi citra satelit yang menunjukkan indikasi serangan tersebut.
Menurut laporan Institute for Science and International Security, citra satelit memperlihatkan tiga bangunan di Natanz telah hancur.
Dua di antaranya berfungsi sebagai pintu masuk personel menuju aula bawah tanah yang menampung ribuan sentrifugal, mesin yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Uranium yang diperkaya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir maupun untuk pengembangan senjata, tergantung pada tingkat dan lamanya proses pengayaan.
Meski sebelumnya fasilitas bawah tanah itu disebut tidak lagi beroperasi akibat serangan pada Juni, serangan terbaru memunculkan dugaan bahwa masih terdapat sentrifugal atau peralatan lain yang berpotensi dipulihkan.
Bangunan ketiga yang dilaporkan rusak diketahui menutup satu-satunya akses kendaraan menuju aula bawah tanah tersebut.
Program nuklir Iran menjadi salah satu alasan utama yang dikemukakan Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan operasi militer.
Keduanya menuduh Iran semakin mendekati kemampuan memproduksi senjata nuklir. Namun, Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai.
(ipa)
