Donald Trump: Serangan ke Iran Bisa Berlangsung Empat Minggu, Konflik Kian Dalam

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dapat berlangsung hingga empat minggu.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memicu ketidakpastian baru di Timur Tengah dan mengguncang ekonomi global.
AS dan Israel terus melanjutkan kampanye militer yang telah menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan sektor pelayaran dan penerbangan hingga lonjakan volatilitas di pasar energi dan minyak dunia.
Pejabat AS sebelumnya menyebut bahwa operasi ini diperkirakan berlangsung beberapa hari. Namun, laporan Reuters mengungkap adanya perencanaan untuk operasi berkelanjutan yang bisa berjalan selama berminggu-minggu.
Dalam wawancara terpisah dengan media Inggris Daily Mail, Trump menegaskan bahwa durasi empat minggu memang telah menjadi bagian dari perencanaan awal.
“Selalu menjadi proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu empat minggu atau lebih. Sekuat apa pun negara itu, itu negara besar, akan memakan waktu empat minggu, atau kurang,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Washington mempersiapkan operasi militer dalam skala besar dan terukur, bukan sekadar serangan terbatas jangka pendek.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan dalam postingan di X (dulunya Twitter) bahwa militer negaranya telah mempelajari kekalahan militer AS di timur dan barat, di mana merujuk pada Afghanistan dan Irak.
Ia juga menyebut bahwa Iran telah mengadopsi pelajaran tersebut. Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa serangan bom yang terjadi di ibu kota Iran tidak berpengaruh apa pun pada kemampuan militer Iran untuk melakukan perang.
Eskalasi ini semakin memperdalam ketidakpastian di Timur Tengah. Selain risiko konfrontasi militer yang meluas, pasar global juga merespons dengan kewaspadaan tinggi.
Gangguan rantai pasok, kenaikan premi asuransi pelayaran, serta fluktuasi harga minyak menjadi indikator awal dampak konflik.
(ipa)
