Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Donald Trump: Serangan ke Iran Bisa Berlangsung Empat Minggu, Konflik Kian Dalam

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|11:28 WIB
Bagikan:
Donald Trump: Serangan ke Iran Bisa Berlangsung Empat Minggu, Konflik Kian Dalam
Donald Trump: Serangan ke Iran Bisa Berlangsung Empat Minggu, Konflik Kian Dalam (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dapat berlangsung hingga empat minggu.

Pernyataan ini disampaikan sehari setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memicu ketidakpastian baru di Timur Tengah dan mengguncang ekonomi global.

AS dan Israel terus melanjutkan kampanye militer yang telah menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan sektor pelayaran dan penerbangan hingga lonjakan volatilitas di pasar energi dan minyak dunia.

Pejabat AS sebelumnya menyebut bahwa operasi ini diperkirakan berlangsung beberapa hari. Namun, laporan Reuters mengungkap adanya perencanaan untuk operasi berkelanjutan yang bisa berjalan selama berminggu-minggu.

Dalam wawancara terpisah dengan media Inggris Daily Mail, Trump menegaskan bahwa durasi empat minggu memang telah menjadi bagian dari perencanaan awal.

“Selalu menjadi proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu empat minggu atau lebih. Sekuat apa pun negara itu, itu negara besar, akan memakan waktu empat minggu, atau kurang,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Washington mempersiapkan operasi militer dalam skala besar dan terukur, bukan sekadar serangan terbatas jangka pendek.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan dalam postingan di X (dulunya Twitter) bahwa militer negaranya telah mempelajari kekalahan militer AS di timur dan barat, di mana merujuk pada Afghanistan dan Irak.

Ia juga menyebut bahwa Iran telah mengadopsi pelajaran tersebut. Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa serangan bom yang terjadi di ibu kota Iran tidak berpengaruh apa pun pada kemampuan militer Iran untuk melakukan perang. 

Eskalasi ini semakin memperdalam ketidakpastian di Timur Tengah. Selain risiko konfrontasi militer yang meluas, pasar global juga merespons dengan kewaspadaan tinggi.

Gangguan rantai pasok, kenaikan premi asuransi pelayaran, serta fluktuasi harga minyak menjadi indikator awal dampak konflik.

(ipa)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional34 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu