Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Epstein Files masih Mengguncang Dunia, Nama Tokoh Indonesia Ikut Muncul, Terlibat?

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|15:50 WIB
Bagikan:
Epstein Files masih Mengguncang Dunia, Nama Tokoh Indonesia Ikut Muncul, Terlibat?
Epstein Files masih Mengguncang Dunia, Nama Tokoh Indonesia Ikut Muncul, Terlibat? (Image From: ABC News)

PASUNDANEKSPRES.ID - Rilis penuh dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) pada 30 Januari 2026 langsung menyita perhatian publik dunia.

Jutaan halaman berkas yang dikenal sebagai Epstein Files itu kembali membuka tabir hubungan Epstein dengan berbagai tokoh berpengaruh lintas negara, termasuk sejumlah nama dari Indonesia.

Jeffrey Epstein merupakan terpidana kasus kekerasan seksual dan perdagangan perempuan di bawah umur yang meninggal dunia di penjara pada 2019.

Selama bertahun-tahun, kasusnya menjadi simbol kegagalan sistem hukum dalam melindungi korban sekaligus menyingkap relasi gelap antara kekuasaan, uang, dan kejahatan seksual.

Rilis Terbesar dalam Sejarah Transparansi Kasus Epstein

Publikasi terbaru ini menjadi yang terbesar sejak Kongres AS mengesahkan undang-undang transparansi berkas Epstein pada November 2025.

Dalam rilis akhir Januari lalu, DOJ membuka sekitar tiga juta halaman dokumen, disertai 180.000 foto dan 2.000 video, yang mencakup korespondensi, laporan penyelidikan, catatan psikologis, hingga dokumen terkait kematian Epstein di tahanan.

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyebut publikasi ini sebagai tahap akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang dilakukan secara menyeluruh demi memastikan akuntabilitas dan keterbukaan kepada publik Amerika Serikat.

Nama-Nama Besar Dunia Kembali Disebut

Sejumlah figur publik internasional kembali muncul dalam dokumen terbaru ini. Dilansir dari BBC Indonesia, nama Presiden AS Donald Trump, pendiri SpaceX dan Tesla Elon Musk, serta Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III, disebut berulang kali dalam berbagai arsip.

Dokumen juga memuat email, catatan pertemuan, serta referensi hubungan sosial Epstein dengan kalangan elite global.

Namun, pihak DOJ kembali menegaskan bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis berarti keterlibatan dalam tindak pidana, melainkan mencerminkan adanya relasi, komunikasi, atau konteks tertentu yang terekam dalam arsip.

Jejak Indonesia dalam Epstein Files

Menariknya, pencarian dengan kata kunci “Indonesia” dalam katalog Epstein Files menemukan 902 berkas yang memuat nama dan informasi terkait Indonesia. Berkas-berkas tersebut mencakup figur publik, pengusaha, hingga individu non-publik.

Meski demikian, tidak seperti di Amerika Serikat atau Inggris, kemunculan nama-nama Indonesia dalam dokumen ini belum memicu polemik besar.

Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti bahwa tokoh-tokoh Indonesia yang disebut memiliki keterlibatan langsung dalam kejahatan seksual Epstein.

Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, misalnya, muncul dalam konteks korespondensi email yang membahas perkembangan berita global.

Sementara itu, pengusaha besar seperti Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta Widjaja disebut dalam kaitannya dengan urusan bisnis dan properti yang berhubungan dengan Donald Trump, bukan dengan kasus Epstein secara langsung.

Nama Non-Terkenal dan Koneksi Perhotelan

Selain tokoh ternama, dokumen juga mencantumkan nama individu yang tidak dikenal luas publik. Salah satunya adalah Kafrawi Yuliantono, yang disebut memiliki korespondensi langsung dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell.

Dalam sejumlah email, Kafrawi mengaku mengenal Epstein dan Maxwell melalui manajer bernama Nicholas Simmonds dan Edwina.

Ia disebut pernah bertemu Epstein sebelum 2013 dan menyatakan ketertarikan untuk bekerja di properti Epstein di New York dan Florida. Latar belakangnya disebut berkaitan dengan sektor perhotelan.

Dokumen juga menyebut keterkaitan lokasi seperti Gili dan Bali, memunculkan spekulasi mengenai bagaimana Epstein menjalin relasi dengan orang-orang di industri pariwisata.

Namun, hingga kini, informasi tersebut masih sebatas arsip korespondensi tanpa bukti keterlibatan kriminal.

(ipa)

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle1 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle2 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline3 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat6 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga9 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional10 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional10 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat10 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline10 jam lalu