Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ini Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Selalu Gagal Menjadi Miskin

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|05:53 WIB
Bagikan:
Ini Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Selalu Gagal Menjadi Miskin
Gambar Ilustrasi Kisah Abdurrahman bin Auf/ Foto Screenshot via Freepik/by.madiamira

PASUNDAN EKSPRES -  Dalam keinginan manusia untuk mencapai kemakmuran finansial, Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat Rasulullah SAW, menawarkan sebuah narasi yang menarik. 

Meskipun kekayaan tampak menjadi tujuan yang diidamkan oleh banyak orang, Abdurrahman bin Auf menjadi contoh yang menarik karena gagal dalam mencapai keinginannya untuk hidup sederhana.

Abdurrahman bin Auf, seorang tokoh yang kaya raya, memilih jalan sebaliknya dengan keinginan kuat untuk hidup dalam kesederhanaan.

Motivasi tersebut didorong oleh ketakutannya terhadap beban harta benda di akhirat. Sebagai sahabat Rasulullah, dia dikenal karena keteguhan hatinya dalam bersedekah.

Lahir di Makkah pada tahun ke-10, tahun Gajah, atau sekitar tahun 581 M, Abdurrahman bin Auf memiliki perjalanan hidup yang penuh warna.

Dalam buku 'Dahsyatnya Ibadah, Bisnis, dan Jihad Para Sahabat Nabi yang Kaya Raya' karya Ustadz Imam Mubarok bin Ali, usianya dikatakan lebih muda daripada Rasulullah seperti yang dikutip dari detik finance pada Selasa 12 Maret 2024.

Nama aslinya, Abdu Amru, diganti oleh Rasulullah menjadi Abdurrahman.

Seperti sahabat-sahabatnya yang lain, Abdurrahman juga mengalami tantangan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy saat pertama kali memeluk Islam.

Namun, keteguhannya dalam keyakinan tidak tergoyahkan.

Setelah hijrah ke Madinah, Abdurrahman meninggalkan seluruh kekayaannya di Mekkah. Meskipun tiba di Madinah tanpa harta, dia tidak putus asa.

Rasulullah mempersaudarakannya dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Anshari, yang menawarkan bantuannya dalam bentuk harta. Namun, Abdurrahman menolak dan memilih untuk memulai usaha dagang sendiri.

Dengan kreativitasnya, Abdurrahman mengembangkan sebuah pasar baru di Madinah. Dia membeli tanah murah di sekitar pasar dan membaginya menjadi petak-petak kecil untuk dijual kepada para pedagang.

Dengan sistem bagi hasil yang adil, pasar tersebut menjadi populer dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Meskipun usahanya sukses dan kekayaannya bertambah, Abdurrahman terus berusaha untuk hidup sederhana.

Dia merasa khawatir akan kemantapan imannya jika terlalu banyak terikat pada harta dunia. Namun, upaya-upaya Abdurrahman untuk hidup dalam kesederhanaan selalu berakhir dengan kegagalan.

Bahkan ketika dia menyedekahkan sebagian besar harta bendanya dan memberikan sumbangan besar untuk kepentingan umat Islam, harta kekayaannya justru terus bertambah.

Meskipun berharap untuk hidup dalam kemiskinan, Abdurrahman terus menerima limpahan kekayaan dari Allah SWT.

Bagi Abdurrahman, warisan terbesar yang bisa dia tinggalkan bukanlah harta benda, melainkan ajaran Islam dan teladan yang diterima dari Rasulullah SAW.

Kehidupannya yang penuh dedikasi untuk Islam dan kebaikan membuatnya dicintai oleh banyak sahabat lainnya.

Abdurrahman bin Auf meninggal pada usia 75 atau 72 tahun, pada tahun 31 H atau 32 H. Dia dimakamkan di pemakaman Baqi, mengikuti wasiatnya, dan meninggalkan 28 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.

Kehadirannya di antara sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk surga menjadi bukti pengabdian dan kebesaran hatinya dalam memperjuangkan agama Islam.

(hil/hil)

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline8 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle9 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang10 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional12 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle13 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional14 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline14 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline16 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle17 jam lalu