Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Keanehan Oktober 1582 Mengapa 10 Hari Hilang dari Kalender?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|18:48 WIB
Bagikan:
Keanehan Oktober 1582 Mengapa 10 Hari Hilang dari Kalender?
Keanehan Oktober 1582 Mengapa 10 Hari Hilang dari Kalender?

PASUNDAN EKSPRES- Apakah kalian pernah mendengar tentang anomali pada kalender bulan Oktober tahun 1582?

Jika kalian membuka aplikasi kalender pada HP dan mencari bulan tersebut, kalian mungkin tidak akan menemukan tanggal 5 hingga 14 Oktober.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini ada hubungannya dengan "Matrix" atau fenomena lain yang misterius? Mari kita jelajahi sejarah di balik kejadian ini.

Sebelum kejadian ini, dunia Barat menggunakan Kalender Julian, yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM.

Kalender ini memiliki beberapa kekurangan dalam menghitung tahun tropis, yakni waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari sekali penuh.

Kesalahan kecil ini menyebabkan penumpukan kesalahan sepanjang abad, sehingga musim dan tanggal tidak lagi selaras dengan waktu yang seharusnya.

Pada abad ke-16, para ahli astronomi dan gereja Katolik Roma menyadari bahwa kalender Julian menyebabkan pergeseran waktu perayaan Paskah.

Untuk mengatasi masalah ini, Paus Gregorius XIII memperkenalkan reformasi kalender yang kita kenal sebagai Kalender Gregorian.

Kejadian Aneh Oktober 1582

Untuk menyesuaikan kalender dan memperbaiki kesalahan akumulatif dari kalender Julian, Paus Gregorius XIII mengeluarkan dekrit melalui bulla kepausan "Inter Gravissimas" pada tahun 1582.

Salah satu langkah korektif yang diambil adalah penghapusan sepuluh hari dari kalender. Sehingga, setelah tanggal 4 Oktober 1582, kalender langsung melompat ke tanggal 15 Oktober 1582.

Ini bukan kesalahan atau keanehan yang berhubungan dengan "Matrix" atau fenomena supranatural, tetapi sebuah penyesuaian yang disengaja untuk memastikan kalender lebih akurat dalam mencocokkan waktu astronomis.

Tidak semua negara menerapkan Kalender Gregorian pada saat yang sama.

Banyak negara Katolik segera mengadopsinya, tetapi negara-negara Protestan dan Ortodoks menolak perubahan tersebut dan tetap menggunakan Kalender Julian untuk beberapa abad lagi.

Inggris dan koloninya, misalnya, baru mengadopsi Kalender Gregorian pada tahun 1752, sedangkan Rusia baru mengadopsinya setelah Revolusi Bolshevik pada tahun 1918.

Jika kalian tertarik, kalian bisa mengecek langsung di kalender atau menggunakan Google untuk melihat bukti ini.

Mengetahui sejarah di balik perubahan kalender ini memberikan kita wawasan tentang bagaimana manusia telah berusaha untuk menyelaraskan sistem penanggalan dengan fenomena alam sepanjang sejarah.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline7 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle8 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang9 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional11 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle12 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional13 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline13 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline15 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle16 jam lalu