Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Aplikasi Pemerintah Jelek dan Selalu Bermasalah?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|11:06 WIB
Bagikan:
Kenapa Aplikasi Pemerintah Jelek dan Selalu Bermasalah?
Kenapa Aplikasi Pemerintah Jelek dan Selalu Bermasalah?

PASUNDAN EKSPRES- Lo pasti udah sering denger, kan, kalau sekarang semua serba digital?

Mulai dari uang, dokumen, hingga transaksi sehari-hari, semuanya bisa diakses lewat aplikasi atau website.

Nah, pemerintah kita juga nggak mau ketinggalan. Mereka bikin banyak aplikasi buat bantu ngurus dokumen atau layanan publik.

Kayak aplikasi Bansos, MyPertamina, sampai aplikasi pengurusan KTP dan SIM.

Tapi sayangnya, banyak yang ngeluh kalau aplikasi-aplikasi ini sering banget error dan lemot, bahkan ratingnya rendah banget di Play Store!

Masalah Utama Aplikasi Pemerintah

Dari pengalaman pribadi dan banyak review di internet, ada dua masalah utama yang sering ditemuin saat pakai aplikasi pemerintah.

1. Lemot dan Sering Error

Banyak yang cerita kalau aplikasi-aplikasi ini sering banget crash atau susah login, apalagi pas lagi dibutuhin banget.

Bayangin, udah masukin email dan password berkali-kali tapi tetep disuruh coba lagi nanti.

Gue juga pernah ngalamin ini waktu pakai MyPertamina buat beli bensin. Udah ribet, lama pula cuma buat nge-scan QR Code.

Ternyata, sinyal atau internet nggak ada masalah, tapi aplikasinya yang suka ngadat.

2. Aplikasi Nggak Berguna

Nggak jarang aplikasi yang katanya bisa memudahkan kita malah bikin ribet.

Misalnya, gue pernah coba nunjukin dokumen digital lewat aplikasi Alpukat Betawi buat urusan di kantor, tapi ditolak.

Mereka malah minta versi fisiknya. Padahal, aplikasi ini dirancang buat bawa dokumen digital, tapi nyatanya nggak diterima.

Kenapa Aplikasi Pemerintah Sering Nggak Maksimal?

Ternyata, ada beberapa alasan kenapa aplikasi pemerintah sering kali pas-pasan dan performanya kurang memuaskan

1. Pengembangan yang Terburu-buru

Para developer yang bikin aplikasi pemerintah sering kali dapet tugas buat memperbarui aplikasi dari developer sebelumnya.

Ini bikin mereka harus ngerjain ulang dengan metode yang mungkin udah nggak relevan. Selain itu, tenggat waktu buat bikin aplikasi juga sering mepet banget.

Data dan informasi penting buat ngembangin aplikasi biasanya baru dikasih di saat-saat terakhir. Alhasil, pengembangan aplikasi jadi buru-buru dan kurang maksimal.

2. Aplikasi Dibuat Pas-pasan

Menurut beberapa developer, aplikasi pemerintah sengaja dibuat sederhana karena dianggap cuma bakal dipakai di kondisi tertentu aja.

Mereka nggak nganggap perlu bikin aplikasi yang terlalu canggih karena toh nggak bakal dipakai setiap hari.

Daripada boros anggaran buat server dan pengembangan, mending dibuat sekadarnya aja.

Kendala di Penerimaan Dokumen Digital

Kenapa dokumen digital kayak KTP atau KK sering nggak diterima di instansi?

Bisa jadi karena petugasnya belum paham peraturan terbaru tentang validitas dokumen digital, atau mungkin mereka emang belum siap buat terima hal-hal yang serba digital.

Jadi, kenapa aplikasi pemerintah sering kali nggak maksimal? Selain karena masalah teknis di pengembangan dan waktu yang mepet.

Ada juga mindset bahwa aplikasi ini nggak bakal sering dipakai, jadi nggak perlu dibuat sebaik aplikasi komersial lainnya.

Tapi semoga ke depannya, pemerintah bisa lebih serius dalam mengembangkan aplikasi yang bener-bener memudahkan masyarakat.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline9 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle10 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang11 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional13 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle14 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional15 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline15 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline17 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle18 jam lalu