Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Bensin Lokal di Anggap Kalah dari Produk Luar? Begini Jawabannya!

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|20:51 WIB
Bagikan:
Kenapa Bensin Lokal di Anggap Kalah dari Produk Luar? Begini Jawabannya!
Kenapa Bensin Lokal di Anggap Kalah dari Produk Luar? Begini Jawabannya!

PASUNDAN EKSPRES- Siapa nih yang suka debat soal bahan bakar? Nggak jarang, obrolan seputar bensin jadi topik panas di forum otomotif, baik mobil maupun motor.

Perdebatan soal "bensin mana yang lebih bagus" ini kayak nggak ada ujungnya deh.

Mulai dari Grade A, B, C, sampai akhirnya muncul pendapat kalau bensin lokal Indonesia dianggap lebih jelek dibandingkan produk luar negeri. Tapi, benarkah demikian?

Ternyata, salah satu hal yang bikin perdebatan ini makin seru adalah soal oktan.

Banyak yang fokus ke angka oktan bahan bakar, padahal, ada faktor lain yang juga nggak kalah penting.

Misalnya, kebersihan bensin itu sendiri! Di beberapa negara seperti Jepang atau Taiwan, bensin dengan oktan 90 sudah dianggap cukup banget, bahkan kadang hanya 88.

Bedanya, bensin di sana bersih dan filtrasinya bagus.

Perbedaan Kualitas Bensin Lokal vs Luar Negeri

Faktanya, kualitas bahan bakar itu ditentukan oleh banyak hal, salah satunya tingkat oktan dan kandungan zat aditif.

Nah, di Indonesia, bensin yang umum digunakan sekarang adalah Pertalite, yang punya oktan 90.

Sebelumnya, kita juga punya Premium dengan oktan 88, tapi sekarang Premium udah kayak ninja, hilang tanpa jejak.

Lalu, apa sih oktan itu? Simpelnya, oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa baik bahan bakar bisa menahan tekanan sebelum terbakar secara spontan di dalam mesin.

Semakin tinggi angka oktannya, semakin bagus bahan bakarnya untuk mencegah knocking atau getaran yang bisa merusak mesin.

Namun, selain oktan, yang nggak kalah penting adalah kandungan sulfur dalam bahan bakar.

Semakin tinggi kandungan sulfur, semakin jelek kualitas bensinnya.

Sayangnya, bensin di Indonesia terkenal punya kadar sulfur yang cukup tinggi. Ini bikin bensin kita lebih 'kotor', yang nggak cuma berdampak ke mesin, tapi juga ke lingkungan dan kesehatan kita.

Polusi di kota besar, terutama Jakarta yang sering macet, juga salah satu akibatnya.

Kenapa Bensin Luar Lebih "Bersih"?

Banyak yang bilang kalau bensin luar negeri tuh beda banget sama bensin lokal.

Salah satu indikatornya bisa dilihat dari sisa pembakaran di ruang bakar mesin.

Kalau pakai bensin lokal, biasanya bekasnya tuh hitam pekat, sedangkan bensin luar nggak begitu.

Selain itu, bensin luar juga cepat nguap tanpa meninggalkan bekas minyak, beda sama bensin lokal yang sering bikin mesin terasa berminyak.

Faktor lain yang bikin bensin lokal kalah saing adalah teknologi kilang minyak di Indonesia yang udah ketinggalan zaman.

Banyak kilang minyak kita belum diperbarui, jadi kemampuan untuk menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi pun terbatas.

Di negara-negara maju seperti Jepang atau Korea Selatan, kilang minyak mereka sudah pakai teknologi mutakhir yang bisa memproduksi bensin dengan kandungan sulfur rendah dan oktan tinggi.

Subsidi dan Kebijakan Pemerintah

Satu hal lagi yang nggak bisa kita abaikan adalah kebijakan pemerintah terkait subsidi bahan bakar.

Di Indonesia, bensin seperti Premium dulu dan sekarang Pertalite, disubsidi oleh pemerintah agar harganya terjangkau.

Tapi, subsidi ini juga bikin beban pemerintah jadi berat, sehingga fokus utama tetap pada harga yang murah, bukan kualitas bahan bakar.

Sementara itu, di negara tetangga seperti Malaysia, mereka bisa memproduksi bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik. Kok bisa?

Teknologi kilang minyak yang lebih canggih, plus kebijakan energi yang lebih mendukung, memungkinkan mereka menghasilkan bensin yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Jadi, gimana menurut kalian? Setuju atau ada pendapat lain? Yuk, kita diskusi di kolom komentar!

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat10 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline45 menit lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline3 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu