Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Game MOBA Lokal "Lokapala" Belum Terlalu Populer di Indonesia?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|16:56 WIB
Bagikan:
Kenapa Game MOBA Lokal "Lokapala" Belum Terlalu Populer di Indonesia?
Kenapa Game MOBA Lokal "Lokapala" Belum Terlalu Populer di Indonesia?

PASUNDAN EKSPRES- Industri game mobile semakin berkembang pesat, menjadi salah satu sektor yang punya komunitas dan audiens yang solid.

Kita udah sering banget bahas tentang dunia game, tapi kali ini kita bakal bahas game lokal yang sempat jadi sorotan, yaitu Lokapala.

Sayangnya, meskipun mendapat apresiasi, game ini sering dibanding-bandingkan dan bahkan dihujat.

Kenapa sih Lokapala masih sulit populer di Indonesia? Yuk, kita ulas lebih dalam!

Sejarah Singkat Game MOBA

Sejak awal 2010-an, genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) udah jadi fenomena.

Puncaknya ada di sekitar 2018, di mana game-game seperti Dota 2 dan League of Legends (LoL) mendominasi pangsa pasar game kompetitif global.

Negara-negara besar kayak Tiongkok dan Amerika Serikat mulai gencar memproduksi game MOBA mereka sendiri, termasuk Mobile Legends (MLBB) yang merajai pasar Indonesia sejak 2018.

Nah, melihat antusiasme ini, Indonesia juga nggak mau ketinggalan.

Pada November 2019, Anantarupa Studios, developer lokal yang berdiri sejak 2011, mengumumkan proyek besar mereka Lokapala, game MOBA pertama buatan Indonesia.

Developer ini sebelumnya fokus bikin game untuk brand, jadi Lokapala adalah terobosan besar mereka dalam industri game untuk konsumen umum.

Perjalanan Lokapala

Setelah diumumkan, banyak gamer lokal yang excited dan ikut pre-register serta mencoba versi beta dari Lokapala.

Namun, respon yang diterima nggak sepositif yang diharapkan.

Banyak review mengkritik kualitas gameplay dan grafis yang dianggap belum memenuhi standar game MOBA lainnya.

Ada yang bilang game-nya terasa seperti setengah jadi.

Tapi, di sinilah Anantarupa Studios menunjukkan kelasnya. Alih-alih ngambek, mereka menerima kritik dengan baik dan melakukan berbagai perbaikan.

Akhirnya, pada 2020, Lokapala rilis secara global di Play Store. Game ini mulai mendapat sedikit perhatian dari pemain yang mau menginvestasikan waktu dan uang mereka.

Tapi sayangnya, perbaikan yang dilakukan terasa lambat, dan ini jadi tantangan besar buat Lokapala.

Alasan Kenapa Lokapala Sulit Populer

Budget Marketing Minim Salah satu alasan utama kenapa Lokapala nggak sepopuler game MOBA lainnya adalah dana pemasaran yang terbatas.

Tanpa promosi yang masif, game ini kurang dikenal di kalangan gamer.

Gameplay yang Terlalu Lambat

Berkembang Sementara game MOBA lain terus melakukan inovasi, Lokapala dinilai lambat dalam mengembangkan gameplay-nya.

Akibatnya, game-game pesaing sudah melesat lebih dulu.

Preferensi Gamer Indonesia

Gamer Indonesia cenderung menyukai game yang simpel dan mudah dipahami.

Lokapala, dengan gameplay yang sedikit lebih kompleks, bikin beberapa pemain merasa kurang tertarik untuk bertahan.

Kurangnya Dukungan untuk Game Lokal

Salah satu masalah terbesar adalah kurangnya dukungan dari gamer Indonesia untuk game lokal.

Mereka cenderung lebih memilih mendukung game luar negeri yang dianggap punya kualitas lebih baik.

Ini jadi tantangan tersendiri buat developer lokal, termasuk Anantarupa Studios.

Apa yang Harus Diperbaiki?

Meskipun begitu, tahun 2024 ini, Lokapala mulai menunjukkan kemajuan.

Standar gameplay-nya mulai membaik, dan banyak reviewer yang akhirnya memberikan review positif.

Tapi, tetap ada hal-hal yang harus terus dikembangkan, seperti inovasi gameplay, peningkatan grafis, dan strategi marketing yang lebih agresif.

Kesimpulannya, meski Lokapala sudah mulai diterima lebih baik oleh sebagian gamer, game ini masih menghadapi tantangan besar untuk benar-benar bisa bersaing di pasar MOBA.

Perlu waktu dan usaha lebih untuk bisa benar-benar populer di Indonesia, terutama di tengah dominasi game-game luar yang sudah mapan.

Jadi, gimana nih menurut kalian? Apakah Lokapala bisa jadi game MOBA lokal yang akhirnya sukses di negeri sendiri?

Berita Terbaru

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle20 menit lalu
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang20 menit lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional1 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional2 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional2 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline3 jam lalu
Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional3 jam lalu
BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Nasional3 jam lalu
Infak ASN RSUD Ciereng Terkumpul Rp5,2 Juta, BAZNAS Subang Fokuskan untuk Kesehatan

Infak ASN RSUD Ciereng Terkumpul Rp5,2 Juta, BAZNAS Subang Fokuskan untuk Kesehatan

Headline3 jam lalu