Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Luhut Binsar Panjaitan Ungkap Indonesia Miliki 400 Gigaton Karbon Trading dan Potensi Ekonomi Indonesia di Tahun 2045!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|10:20 WIB
Bagikan:
Luhut Binsar Panjaitan Ungkap Indonesia Miliki 400 Gigaton Karbon Trading dan Potensi Ekonomi Indonesia di Tahun 2045!
Luhut Panjaitan ungkap potensi pasar Internasional Indonesia pada tahun 2045, dalam Program Ngobrol Seru: IDN Times x Total Politik di The Plaza IDN Media HQ, Jakarta, Selasa 4 Juni 2024.

PASUNDAN EKSPRES - Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh IDN Times x Total Politik di The Plaza IDN Media HQ, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berbicara panjang lebar tentang berbagai isu, termasuk potensi ekonomi Indonesia yang akan membaik pada prediksi tahun 2045.  

Luhut juga membahas potensi besar Indonesia dalam perdagangan karbon. "Kita punya carbon capture storage yang salah satu terbesar di dunia, 400 gigaton. Itu dagangannya besar," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan institusi yang diperlukan untuk mengelola potensi ini dan memastikan bahwa Indonesia dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk kemajuan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia memiliki hutan dan lahan gambut yang luas yang dapat berperan sebagai penyerap karbon alami. "Kita harus bisa memanfaatkan kekayaan alam ini dengan bijak. Hutan dan lahan gambut kita adalah aset besar dalam perdagangan karbon," tambahnya. Pemerintah, menurut Luhut, akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat internasional, untuk mengoptimalkan potensi ini.

Program perdagangan karbon ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga membuka peluang pekerjaan baru. "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menciptakan lapangan pekerjaan hijau dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelas Luhut. Dia menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten di sektor ini.

Di sisi lain, para pakar ekonomi menyambut baik rencana ini namun juga mengingatkan tentang tantangan yang harus dihadapi. "Penerapan sistem perdagangan karbon memerlukan regulasi yang kuat dan transparansi," ujar Dr. Andi Wijaya, seorang ekonom lingkungan. "Kita harus memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan dan tujuan utama untuk mengurangi emisi karbon tetap terjaga."

Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan menandatangani berbagai kesepakatan internasional, termasuk Paris Agreement. Program perdagangan karbon ini dianggap sebagai langkah konkret yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.

Namun, selain peluang, ada juga tantangan yang perlu dihadapi, seperti potensi kebocoran karbon dan kebutuhan akan teknologi yang canggih untuk memastikan efektivitas program ini. "Kita harus memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar efektif dan sesuai dengan standar internasional," kata Luhut.

Keseriusan pemerintah dalam mengembangkan perdagangan karbon juga terlihat dari rencana pengembangan infrastruktur yang mendukung, seperti pusat penelitian dan pengembangan serta fasilitas penyimpanan karbon. "Ini adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada ekonomi kita secara keseluruhan," tutup Luhut.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Indonesia berada di posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam perdagangan karbon global. Dukungan yang kuat dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat internasional akan menjadi kunci suksesnya program ini.

Berita Terbaru

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline7 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle8 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang9 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional11 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle12 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional13 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline13 jam lalu
Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Bupati Subang Pasang Target BUMD: Tak Boleh Cuma Habiskan Modal, Harus Setor PAD

Headline15 jam lalu
3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

3 Tempat Wisata Akhir Pekan untuk Pekerja di Subang, Cocok Buat Healing Setelah Sibuk Kerja

Lifestyle16 jam lalu