Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Terjemahannya, Ini Waktu Pelaksanaannya!

PASUNDANEKSPRES.ID - Puasa Syawal merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah, berikut niat puasa Syawal beserta tata cara dan waktu pelaksanaannya.
Umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan puasanya di bulan Ramadan dengan melaksanakan puasa Syawal.
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal mulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.
Melalui salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
Ada sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakan puasa Syawal, di antaranya sebagai penyempurna puasa Ramadhan serta mendapatkan pahala yang setara dengan pahala puasa selama satu tahun.
Sebagaimana ibadah pada umumnya, melaksanakan puasa Syawal harus membaca niat sebagai salah satu penentu sah tidaknya ibadah.
Untuk mengetahui informasi ini lebih lanjut, simak selengkapnya bacaan niat puasa Syawal secara lengkap.
Niat Puasa Syawal
Berikut bacaan niat puasa Syawal beserta latin dan terjemahannya di bawah ini.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal di esok hari karena Allah SWT."
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal secara berurutan.
Namun, jika seseorang tidak memungkinkan untuk melakukan puasa Syawal secara berurutan, maka boleh tidak berurutan asalkan dilaksanakan dalam enam hari di bulan Syawal.
Adapun umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada tanggal 1 Syawal karena hukumnya haram.
Tata Cara Puasa Syawal
1. Melaksanakan puasa Syawal sama seperti dengan melaksanakan puasa sunnah pada umumnya, dengan membaca niat puasa kemudian dilanjutkan puasa.
2. Dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama enam hari berurutan, namun dapat berselang apabila ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan puasa Syawal secara berurutan.
3. Jika seseorang mendapat tanggungan puasa di bulan Ramadhan dengan alasan sakit, haid (bagi perempuan), musafir, dan hal lainnya, maka sebaiknya mengganti puasa qada dahulu kemudian dilanjutkan melaksanakan puasa Syawal.
(inm)
